Langsung ke konten
-
Olahraga

Leani Ratri Oktila Ukir Sejarah: Emas Beruntun di Empat Edisi Asian Para Games

Atlet bulu tangkis memukul smash di lapangan indoor
Foto: Britannica

Prestasi bulu tangkis para Indonesia di Asian Para Games 2026 Aichi-Nagoya kembali menjadi sorotan. Leani Ratri Oktila sukses mempersembahkan medali emas lewat nomor ganda campuran klasifikasi SL3-SU5 berpasangan dengan Hikmat Ramdani. Kemenangan ini sekaligus memperpanjang tren positif bulu tangkis para tanah air yang sudah lama menjadi lumbung medali di panggung Asia.

Capaian tersebut menegaskan posisi Leani sebagai salah satu atlet para paling konsisten yang pernah dimiliki Indonesia. Dikutip dari rangkuman media nasional, ia kini mengoleksi 12 medali Asian Para Games yang terdiri dari enam emas, empat perak, dan dua perunggu, sebuah angka yang jarang bisa dicapai atlet mana pun di cabangnya.

Pemain bulu tangkis para bersiap menerima kok di lapangan
Foto: Medium

Emas Beruntun di Empat Edisi

Yang membuat prestasi ini istimewa adalah rekor emas beruntun di empat edisi Asian Para Games secara berturut-turut. Konsistensi semacam itu menuntut disiplin luar biasa, mulai dari manajemen cedera, penyesuaian kelasifikasi, hingga menjaga ritme pertandingan melawan lawan-lawan muda yang terus bermunculan.

Nama Leani memang sudah melekat pada sejarah bulu tangkis para Indonesia. Ia menjadi peraih medali emas para-bulu tangkis pertama Indonesia di Paralimpiade Tokyo 2020 lewat nomor ganda putri SL3-SU5, dan sebelumnya sempat dinobatkan sebagai BWF Female Para Badminton Player of the Year pada 2018.

Dukungan untuk Kontingen Indonesia

Kemenangan Leani dan Hikmat menambah kekuatan posisi Indonesia di klasemen medali. Berdasarkan catatan ANTARA, Indonesia naik ke peringkat delapan dengan 14 medali emas dan total 71 medali hingga Jumat (23/10) malam waktu setempat. Semangat kontingen Merah Putih tampaknya semakin membara menjelang hari-hari penutupan.

Capaian ini juga menyusul emas keempat yang disumbang perenang Maulana Rifky Yavianda lewat nomor 100 meter gaya punggung S12, seperti telah diberitakan sebelumnya melalui kisah emas keempat Maulana Rifky di Asian Para Games. Kombinasi prestasi renang dan bulu tangkis ini menunjukkan bahwa program pembinaan atlet para Indonesia mulai memanen hasil.

Bagi penggemar olahraga, ajang empat tahunan ini menjadi pengingat bahwa semangat kompetitif tidak mengenal batas kondisi fisik. Dukungan publik, baik dari tribun maupun ruang digital, tetap menjadi energi penting bagi para atlet yang memperjuangkan nama bangsa di Jepang.

0

Arguzzo

Redaksi Arguzzo.com — tim pemberita sehari-hari untuk topik Gadget, Laptop, Teknologi, dan Otomotif. Konten disusun dari rilis resmi produsen serta sumber yang telah diverifikasi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Juga