NAGOYA — Pelari Indonesia Odekta Elvina Naibaho menutup lomba marathon putri Asian Games 2026 di posisi kesembilan. Bertanding di Nagoya, Jepang, Sabtu (26/9/2026), atlet binaan PORBIN itu mencatatkan waktu 2 jam 35 menit 24 detik, tertinggal 7 menit 53 detik dari pemenangnya.
Daftar Isi
Lomba yang start pukul 05.50 WIB (07.50 waktu setempat) itu diikuti 18 pelari, dengan 17 di antaranya berhasil menuntaskan lintasan. Odekta, yang mengenakan bib 160, menjaga ritmenya sejak belahan awal lomba dan konsisten bertahan di jajaran sepuluh besar hingga melintasi garis finis di Nagoya City Mizuho Park Athletic Stadium.
Habte Shitaye Kuasai Podium
Medali emas marathon putri diraih pelari Bahrain Shitaye Habte dengan catatan waktu 2 jam 27 menit 31 detik. Perak jatuh ke pelari China Cirencuomu yang finis 12 detik kemudian, sementara perunggu dimiliki pelari tuan rumah Mikuni Yada dengan waktu 2 jam 27 menit 56 detik. Tiga teratas hanya terpisah 25 detik, membuktikan persaingan yang sangat ketat di barisan depan.
Dominasi Bahrain bahkan melampaui podium. Pelari Bahrain lainnya, Rose Sitienei, finis kelima di waktu 2 jam 29 menit 51 detik, disusul pelari Korea Utara di posisi keenam dan ketujuh. Kondisi ini menegaskan tingginya standar nomor marathon putri di Asian Games 2026 dibanding kejuaraan regional semacam SEA Games.
Terbaik di Asia Tenggara
Seperti yang ditunjukkan Robi Syianturi di nomor putra sehari sebelumnya, Odekta tampil sebagai pelari terbaik Asia Tenggara di nomor putri. Pelari Filipina Artjoy Torregosa finis ke-14 dengan waktu 2:48:36, disusul pelari Laos Lodkeo Inthakoumman di posisi ke-15 (2:50:03), dan pelari Kamboja Kan Sreyroth di urutan ke-17 (3:02:49). Tidak ada pelari dari Thailand, Vietnam, Malaysia, maupun Singapura di daftar finis.
Tiga Kali Juara Marathon SEA Games
Odekta memang bukan nama baru di lari jarak jauh. Ia meraih medali emas marathon putri SEA Games 2023 di Kamboja, dan pada Desember 2025 melengkapi hattrick tiga medali emas marathon SEA Games di Thailand. Koleksi itu menjadikannya salah satu pelari wanita paling konsisten di kawasan Asia Tenggara sekaligus jangkar nomor jalan raya Indonesia.
Perjalanan panjang di tingkat regional menjadi modal utama Odekta saat naik ke panggung Asian Games, tempat ia harus berhadapan dengan pelari-pelari elite dari Asia Timur dan Asia Tengah. Finis kesembilan dengan waktu 2:35:24 di Nagoya sekaligus menjadi pembanding yang jelas tentang level persaingan yang harus ia tembus untuk mendekati papan podium ke depannya.
Indonesia Belum Menambah Koleksi
Sampai laporan ini diterbitkan, kontingen Indonesia belum menambah koleksi medali pada hari kompetisi keenam. Klasemen medali Indonesia tetap mencatat satu emas, empat perak, dan 17 perunggu, atau total 22 medali yang menempatkan Indonesia di peringkat 19 standar emas dan peringkat 11 standar total.
Hasil Odekta menjadi kelanjutan tren positif atletik Indonesia. Sehari sebelumnya, Robi Syianturi finis keenam di marathon putra dengan catatan waktu 2:13:12, yang juga menjadi hasil terbaik di antara pelari Asia Tenggara. Kedua finis sepuluh besar ini menandai kemajuan nyata nomor jalan raya Indonesia di bursa medali Asian Games.
Jadwal Atletik Indonesia Berlanjut
Atletik Indonesia masih menyisakan tugas-tugas lain di hari yang sama. Start list babak penyisihan 100 meter gawang putri dan 1500 meter putra memuat nama atlet Indonesia, dengan babak-babak tersebut digelar di arena atletik Nagoya pada Sabtu sore dan malam waktu setempat.
Bagi Odekta, finis kesembilan di Asian Games 2026 menandai batu pijakan berharga menuju target-target berikutnya. Waktu 2:35:24 yang ia catatkan di Nagoya turut menjadi acuan pengembangan pembinaan menuju kejuaraan internasional selanjutnya.
Baca juga: Marathon Asian Games 2026: Robi Syianturi Finis Keenam, Terbaik di Asia Tenggara
Pantau klasemen lengkap di halaman rekap medali Indonesia Asian Games 2026.























Tinggalkan Balasan