Langsung ke konten
-
News

Literasi Dana Pensiun Syariah Asosiasi DPLK Sambut Hari Sumpah Pemuda

(Asosiasi DPLK) menggelar acara Literasi dan Inklusi Dana Pensiun Syariah Q4 yang dirangkai dengan Festival Sumpah Pemuda P3DI (Perempuan Peduli Pembangunan Daerah Indonesia).

Generasi muda Indonesia punya alasan baru untuk mulai berpikir soal masa tua. Pada Rabu, 28 Oktober 2026, bertepatan dengan peringatan Hari Sumpah Pemuda, Asosiasi Dana Pensiun Lembaga Keuangan (Asosiasi DPLK) menggelar acara Literasi dan Inklusi Dana Pensiun Syariah Q4 yang dirangkai dengan Festival Sumpah Pemuda P3DI (Perempuan Peduli Pembangunan Daerah Indonesia). Acara berlangsung pukul 09.00-11.30 WIB di Ballroom BJ Habibie, Muamalat Tower, Setiabudi, Jakarta Selatan, dan disiarkan langsung melalui kanal YouTube Edukasi Dana Pensiun DPLK TV sehingga masyarakat di berbagai kota tetap dapat menyaksikan tanpa harus hadir di lokasi.

Daftar Isi
  1. Literasi Syariah Masih Jadi Pekerjaan Rumah
  2. Apa Itu Dana Pensiun Syariah
  3. Mulai dari Usia Produktif

Panitia juga menyediakan sertifikat digital gratis bagi peserta online maupun offline, sebuah insentif kecil yang membuat edukasi keuangan terasa lebih menggigit. Kehadiran DPLK Syariah Muamalat sebagai kolaborator turut memperkuat acara ini; lembaga yang sama tercatat mengelola program pensiun karyawan dari 958 perusahaan hingga Mei 2026. Direktur PT Bank Muamalat Indonesia Tbk Imam Teguh Saptono menyampaikan komitmen perbankan syariah mendukung aksesibilitas layanan serta infrastruktur produk pensiun syariah yang mudah dijangkau seluruh lapisan masyarakat. Rangkaian literasi Asosiasi DPLK memang dijalankan rutin, dan edisi kuartal ini sengaja dipadukan dengan Hari Sumpah Pemuda agar pesan perencanaan finansial menjangkau anak muda sejak dini.

Di sisi penyelenggara, Ketua Umum Asosiasi DPLK Tondy Suradiredja menegaskan pemahaman soal persiapan masa pensiun harus ditanamkan sejak dini karena penetrasi program pensiun syariah di Indonesia masih memiliki ruang tumbuh yang luas. “Melalui kegiatan literasi Q4 ini, kami ingin memastikan masyarakat tidak hanya paham secara konsep, tetapi juga tergerak untuk memanfaatkan produk dana pensiun syariah sebagai benteng perlindungan finansial di hari tua,” ujarnya.

Festival Sumpah Pemuda P3DI yang mengusung tema “Bangkitlah Perempuan Indonesia, Hidup Sejahtera Membangun Negeri” juga menjadi panggung pesan kemandirian finansial perempuan. Ketua Umum P3DI Dr. Sri Sundari SH, MM., CGCAE., CHt., CI menyoroti posisi strategis perempuan sebagai pengelola keuangan keluarga sekaligus penggerak ekonomi nasional; dengan memahami dana pensiun syariah, perempuan Indonesia tidak hanya membentengi keluarganya dari risiko finansial masa depan, tetapi juga ikut membangun perekonomian nasional.

Suasana acara literasi dan inklusi dana pensiun syariah Asosiasi DPLK Q4 merangkai Hari Sumpah Pemuda 2026

Literasi Syariah Masih Jadi Pekerjaan Rumah

Urgensi acara ini terlihat dari data Otoritas Jasa Keuangan. Indeks literasi keuangan syariah Indonesia baru berada di angka 43,07 persen, sementara indeks inklusinya baru 13,24 persen sebagaimana dilaporkan media pertengahan Oktober 2026. Artinya, minat masyarakat ada, tetapi pemahaman terhadap instrumen syariah, termasuk dana pensiun syariah, masih perlu ditingkatkan. Asosiasi DPLK sendiri memproyeksikan pertumbuhan peserta dana pensiun sebesar 5-6 persen sepanjang 2026, didorong masuknya pekerja informal dan gencarnya edukasi. Dukungan regulasi turut ditegaskan Kepala Departemen Pengaturan dan Pengembangan PPDP OJK Retno Woelandari yang menekankan pentingnya ekosistem dana pensiun yang aman, transparan, serta akuntabel demi menjaga kepercayaan publik.

Apa Itu Dana Pensiun Syariah

Dana pensiun syariah mengelola iuran peserta berdasarkan prinsip syariah, bebas dari riba, gharar, dan maisir, dengan dasar pengaturan POJK Nomor 33/POJK.05/2016. Dana yang terkumpul ditempatkan pada instrumen halal seperti sukuk, reksa dana syariah, dan deposito syariah. Salah satu bentuknya adalah DPLK, yaitu program pensiun iuran pasti yang dikelola lembaga keuangan dan terbuka bagi masyarakat umum, mulai dari karyawan hingga pekerja mandiri.

Mulai dari Usia Produktif

Untuk memulai, tidak perlu menunggu penghasilan besar. Porsi iuran bisa diatur lewat kerangka metode 50/30/20 dalam mengatur keuangan bulanan, sehingga kebutuhan jangka panjang tetap mendapat alokasi tanpa membebani pengeluaran harian. Kebiasaan menahan konsumsi berlebihan seperti yang dianjurkan dalam gaya hidup frugal living juga membantu iuran pensiun berjalan konsisten. Semakin dini dimulai, semakin besar akumulasi manfaat yang didapat saat masa produktif berakhir.

Bagi yang ketinggalan siaran langsungnya, rekaman acara tetap dapat disaksikan di kanal YouTube Edukasi Dana Pensiun DPLK TV. Semangat Sumpah Pemuda tahun ini bukan hanya soal persatuan, tetapi juga keberanian merencanakan masa depan finansial dengan cara yang sesuai prinsip.

0

Arguzzo

Redaksi Arguzzo.com — tim pemberita sehari-hari untuk topik Gadget, Laptop, Teknologi, dan Otomotif. Konten disusun dari rilis resmi produsen serta sumber yang telah diverifikasi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Juga