Gelora 10 November jadi saksi panasnya Derby Suramadu. Persebaya Surabaya menang 3-1 atas tamunya Madura United dalam laga pekan ketujuh BRI Super League 2026/2027, Senin (26/10) malam WIB. Sebagaimana dirangkum Kompas.com dan Viva, kemenangan itu dituntaskan lewat dua gol yang lahir di injury time, momen yang membuat stadion nyaris meledak.
Media olahraga mencatat Yan Mabella sebagai pencetak gol penutup pada menit 90+7. Sundulannya sekaligus memastikan tiga poin penuh untuk Bajul Ijo sekaligus menutup laga derby dengan gaya dramatis. Laga sejatinya berjalan ketat sepanjang 90 menit sebelum drama dua menit tambahan mengubah seluruh mood tribun.

Semangat Pekan Ketujuh
Pekan tujuh memang melimpahkan drama di berbagai venue. Pada laga-laga akhir pekan yang sama, laga-laga papan atas juga berlangsung sengit, dan saingan langsung ikut tampil beragam. Di tengah kompetisi yang semakin rapat, hasil derby semacam ini biasanya menjadi titik balik mental sekaligus amunisi semangat untuk rangkaian laga berikutnya.
Bagi Persebaya, menang di derby selalu bermakna lebih dari tiga poin: itu urusan kebanggaan kota. Skor 3-1 dengan dua gol di menit tambahan juga mengirim pesan ke rival bahwa tim ini tidak pernah berhenti berjuang sampai wasit meniup peluit panjang.
Antusiasme Sepak Bola Tanah Air
Gemuruh liga domestik kali ini datang bersamaan dengan kabar baik dari timnas di level usia muda dan dari panggung internasional, seperti kami rangkum dalam torehan emas beruntun Leani Ratri Oktila di Asian Para Games. Ekosistem sepak bola dan olahraga nasional memang sedang di fase manis yang perlu dijaga terus.
Untuk suporter yang menonton dari layar, derby seperti ini mengingatkan satu hal: liga domestik kini punya kualitas drama setara laga liga luar. Jadwal pekan berikutnya patut diantre, apalagi bila Bajul Ijo ingin menjaga momentum sementara Madura United berburu pampasan.
Satu catatan kecil bagi penikmat statistik: pertandingan dengan banyak gol di injury time kerap meninggalkan data menarik untuk dibedah, mulai dari pola serangan lewat sayap hingga efektivitas pergantian pemain. Praktik manajemen laga seperti inilah yang semakin menaikkan level kompetisi Super League musim ini.




















Tinggalkan Balasan