Isu kekhawatiran masyarakat terhadap bahan yang digunakan dalam operasi modifikasi cuaca (OMC) mendapat klarifikasi resmi. Deputi Bidang Modifikasi Cuaca BMKG, Tri Handoko Seto, menegaskan bahwa penggunaan dry ice atau es kering dalam OMC tidak menimbulkan dampak negatif bagi masyarakat. Sebaliknya, operasi ini difokuskan untuk mengurai kepekatan kabut asap sekaligus membantu menekan angka polusi udara, sebagaimana dilaporkan SINDOnews.
Penjelasan itu menjawab pertanyaan publik yang muncul sejak BMKG menggelar rangkaian OMC di beberapa wilayah. Di Sumatra Selatan, sejak 16 Oktober 2026 OMC menggunakan dry ice untuk membantu mengurai kabut asap karhutla yang terperangkap di lapisan inversi atmosfer, kondisi ketika lapisan udara hangat menahan polutan agar tidak naik dan tersapu angin.

OMC Jakarta untuk Tekan Polusi dan Suhu Panas
Melengkapi langkah tersebut, BMKG bersama BPBD DKI Jakarta melaksanakan OMC di wilayah ibukota sepanjang 21 sampai 25 Oktober 2026. Sasarannya jelas: menekan tingginya polusi udara sekaligus meredam suhu panas yang terasa menyengat dalam beberapa pekan terakhir. Bahan es kering dipilih karena sifatnya yang aman, hanya mengubah fase tanpa menyisakan zat berbahaya di atmosfer.
Bagi masyarakat awam, cara kerja OMC dry ice sederhananya adalah membantu butiran air di awan tumbuh sehingga hujan lebih mudah terbentuk. Ketika hujan turun, partikel polutan dan kepekatan asap di udara ikut tercuci, dan udara yang kita hirup menjadi lebih bersih.
Konteks Karhutla yang Masih Berjalan
Efektivitas pendekatan ini penting di tengah musim karhutla yang masih berjalan. Belum lama ini kabut asap juga sempat mengganggu penerbangan dan kesehatan masyarakat di timur Indonesia, seperti kami rangkum dalam berita kabut asap yang mengganggu 16 bandara di Papua. Kombinasi pemadaman di lapangan dan penurunan kepekatan asap lewat OMC menjadi strategi ganda yang saling melengkapi.
Dengan penegasan resmi dari BMKG, diharapkan kekhawatiran berlebihan terhadap bahan OMC mereda. Masyarakat cukup mengikuti imbauan standar saat kualitas udara buruk, seperti memakai masker di luar ruangan dan menjaga kesehatan pernapasan, sementara upaya penurunan polusi terus dijalankan pemerintah.




















Tinggalkan Balasan