Tiga pebesil Indonesia memasuki hari paling menentukan dalam wushu sanda Asian Games 2026 dengan beban yang jauh lebih ringan: tiga medali perunggu sudah terkunci di kantong sebelum ronde empat besar digelar. Berbeda dengan cabang pertandingan tunggal, format wushu sanda tidak menyelenggarakan laga perebutan tempat ketiga — kedua petarung yang tumbang di semifinal otomatis berbagi dua medali perunggu yang tersedia. Artinya, apapun hasil laga Rabu (23/9) di Aichi International Exhibition Center ini, Thania Kusumaningtyas, Fereddy Sinaga, dan Bintang Reindra Nada Guitara tidak mungkin pulang dengan tangan hampa.
Daftar Isi
Ketiganya membuka pintu empat besar lewat kemenangan berbeda pada perempat final Selasa (22/9). Thania tampil paling meyakinkan dengan kemenangan 2-0 atas Shakhzoda Azatova dari Uzbekistan, sementara Sinaga dan Guitara menang lewat keputusan selisih poin (win by point difference) — mekanisme yang menghentikan laga lebih awal ketika satu petarung sudah telanjur mendominasi poin. Seluruh tiket empat besar itu menjadikan Indonesia kehadirannya terasa di tiga dari enam kelas yang bertanding Rabu ini.
Daftar Tiga Atlet Sanda Indonesia di Semifinal
| Atlet | Kelas | Hasil Perempat Final | Semifinal |
|---|---|---|---|
| Thania Kusumaningtyas | -60 kg putri | Menang 2-0 atas Shakhzoda Azatova (Uzbekistan) | Sesi mulai 16.20 WIB |
| Fereddy Sinaga | -56 kg putra | Menang (WPD) atas Enkhtuvshin Erdenebayar (Mongolia) | Sesi mulai 16.40 WIB |
| Bintang Reindra Nada Guitara | -60 kg putra | Menang (WPD) atas Bayrammyrat Annamyradov (Turkmenistan) | Sesi mulai 17.00 WIB |
Sesi semifinal Rabu dipastikan menjadi malam yang sibuk bagi pendukung Indonesia. Thania menjalani laga pembuka dari tiga laga Indonesia dengan tugas menembus final kelas -60 kg putri, disusul Sinaga yang kembali menghadapi aliran petarung Asia Tengah, dan Guitara yang menutup rangkaian. Menang dalam salah satu laga saja berarti Indonesia menambah satu jaminan medali baru — minimal perak — dan membuka tiket ke laga pamungkas Kamis (24/9).
Kenapa Kalah Semifinal Tetap Dapat Medali Perunggu
Aturan pembagian medali wushu sanda mengikuti pola yang sama dengan beladiri kontak lain seperti taekwondo, tinju, dan gulat: tidak ada laga perebutan tempat ketiga. Kedua petarung yang kalah di semifinal sama-sama dianugerahi medali perunggu tanpa harus bertanding lagi. Sistem ini membuat tiket empat besar bernilai layaknya tiket podium, dan menjadi alasan mengapa perempat final sanda begitu menentukan — seperti yang dialami Samuel Marbun (-65 kg) dan Jumanta (-70 kg) yang terhenti dua ronde langsung dari perwakilan Afghanistan, serta Tharisa Dea Florentina (-52 kg) yang menyerah karena tidak dapat melanjutkan pertarungan.
Dampaknya ke Rekening Medali Indonesia
Sampai artikel ini diterbitkan, kontingen Indonesia mencatat 0 emas, 1 perak, dan 12 perunggu (13 medali) di peringkat 23 tabel medali — tiga perunggu sanda itu resmi masuk tabel Rabu sore bersamaan dengan jeda antar-sesi. Secara total, rekening jaminan Indonesia kini berdiri di angka 14 medali: 13 sudah tercatat resmi, plus satu jaminan perak dari tim putra bulu tangis yang malam ini menang 3-1 atas Thailand dan melaju ke final Kamis melawan China. Rincian seluruh peraih medali dapat diikuti di daftar medali Indonesia Asian Games 2026, sementara posisi lengkap negara lain tersaji di tabel medali Asian Games 2026.
Malam ini juga menyisakan peluang tambahan dari cabang lain: tujuh final renang digelar di Tokyo Aquatics, dan keesokan harinya Indonesia punya dua laga final bulu tangis beregu yang berpotensi mengubah wajah perolehan medali secara dramatis. Rekap seluruh laga penentu tersaji di hasil final Asian Games 2026 hari ini.
Baca Juga
- Hasil sanda Asian Games 2026: Thania, Guitara, Sinaga lolos semifinal
- Tabel medali Asian Games 2026 terkini
- Daftar peraih medali Indonesia
- Link live streaming Asian Games 2026
Terakhir diperbarui: 2026-09-23 18.15 WIB — tiga perunggu sanda resmi masuk tabel medali. Seluruh angka bersumber dari data resmi OCA/Bornan.























Tinggalkan Balasan