Diperbarui: 23 September 2026. Halaman ini diperbarui secara berkala selama Asian Games 2026 berlangsung (19 September – 4 Oktober 2026).
Daftar Isi
Asian Games ke-20 resmi bergulir di Prefektur Aichi dan Kota Nagoya, Jepang, mulai 19 September 2026. Selama 16 hari ke depan, 469 nomor medali dari 43 cabang olahraga akan diperebutkan puluhan negara Asia, dan Indonesia mengirimkan kontingen kuat berisi sekitar 430 atlet yang bertanding di 35 cabang olahraga. Halaman ini menjadi pusat pantauan tabel medali Asian Games 2026 beserta perkembangan kontingen Merah Putih di Aichi-Nagoya.
Profil Singkat Asian Games 2026
| Nama resmi | The 20th Asian Games Aichi-Nagoya 2026 |
| Waktu penyelenggaraan | 19 September – 4 Oktober 2026 |
| Lokasi | Prefektur Aichi & Kota Nagoya, Jepang |
| Cabang olahraga | 43 cabor / 71 disiplin |
| Nomor medali | 469 nomor (berkurang 12 nomor dari Hangzhou 2023) |
| Kontingen Indonesia | ± 430 atlet + 145 oficial, 35 cabang olahraga |
| Target Indonesia | 4 medali emas (termasuk 1 emas dari esports) |
Tabel Medali Asian Games 2026 (Terbaru)
Peringkat di bawah diperbarui otomatis setiap 15 menit dari hasil resmi pertandingan. Terakhir diperbarui: 4 Oktober 2026, 11.00 WIB.
| # | Negara | Emas | Perak | Perunggu | Total |
|---|---|---|---|---|---|
| 1 | Tiongkok | 169 | 89 | 83 | 341 |
| 2 | Jepang | 83 | 95 | 91 | 269 |
| 3 | Korea Selatan | 39 | 43 | 68 | 150 |
| 4 | India | 21 | 27 | 37 | 85 |
| 5 | Uzbekistan | 21 | 25 | 24 | 70 |
| 6 | Iran | 19 | 18 | 15 | 52 |
| 7 | Thailand | 18 | 13 | 21 | 52 |
| 8 | Kazakhstan | 12 | 24 | 48 | 84 |
| 9 | Hong Kong | 11 | 19 | 24 | 54 |
| 10 | Bahrain | 11 | 5 | 6 | 22 |
| 11 | Malaysia | 9 | 7 | 16 | 32 |
| 16 | Indonesia | 5 | 11 | 23 | 39 |
Catatan: urutan negara pada tabel mengikuti standar peringkat medali (emas lebih dulu). Daftar lengkap seluruh negara peserta tersedia pada situs resmi penyelenggara.
Peta Kekuatan: Pelajaran dari Hangzhou 2023
Untuk memprediksi perebutan puncak tabel medali tahun ini, hasil empat tahun silam menjadi acuan terbaik. Pada Asian Games Hangzhou 2023, Tiongkok berdiri sendirian di puncak dengan 201 medali emas dari total 383 medali, disusul Jepang di posisi kedua dengan 52 emas dari 188 medali, sementara Korea Selatan melengkapi tiga besar. India menutup lima besar dengan 28 emas dari 107 medali. Tiongkok dan Jepang kini bertanding di depan pendukung sendiri, sehingga wajar bila keduanya diprediksi kembali menguasai papan atas di Aichi-Nagoya.
Indonesia sendiri menutup Hangzhou 2023 dengan hasil yang membanggakan di luar dugaan dan kini membidik papan atas yang lebih tinggi. Dengan 430 atlet yang dikerahkan di 35 cabang olahraga, kontingen Merah Putih menargetkan empat medali emas, satu di antaranya diperkirakan datang dari esports yang resmi menjadi cabang medali.
Peluang Emas Indonesia di Aichi-Nagoya
Langkah awal yang menggembirakan datang dari voli putri yang berhasil melangkah ke perempat final setelah pertandingan sengit melawan Jepang. Kabar lengkapnya bisa dibaca pada artikel Lolos ke Perempat Final Asian Games 2026: Perlawanan Sengit Voli Putri Indonesia Kontra Jepang Berbuah Manis.
Kabar paling menggembirakan justru datang dari teqball, cabang yang baru pertama kali dipertandingkan di Asian Games. Atlet putri Indonesia, Sumaya, menembus final nomor singles putri setelah menaklukkan wakil India di semifinal dengan skor 7-12, 12-9, dan 12-7. Menariknya, lawannya di final adalah atlet Myanmar yang pernah mengalahkannya di fase grup, sehingga panggung final Minggu (20/9) sekaligus menjadi ajang pembalasan. Yang pasti, Sumaya kini resmi membawa pulang medali perak pertama Indonesia di Aichi-Nagoya: di final Minggu (20/9) ia ditekuk Wai Khin Hnin 1-2 (10-12, 12-8, 12-9) setelah pertarungan sengit 46 menit. Laporan lengkapnya ada di artikel Sumaya Raih Perak Teqball Asian Games 2026, Emas Pertama Indonesia Masih Menunggu.
Cabang teqball menyimpan satu harapan lagi. Pada nomor singles putra, Yoga Ardika Putra yang tersingkir di perempat final bangkit melalui jalur repechage dengan mengalahkan wakil Jepang, dan kini berhak tampil di laga perebutan medali perunggu melawan wakil Kuwait pada Minggu (20/9) juga. Kemenangan di laga tersebut akan sekaligus mencatatkan sejarah kecil: teqball memang debut di Asian Games tahun ini, sehingga siapa pun yang naik podium akan menjadi peraih medali teqball perdana dalam sejarah ajang olahraga terbesar Asia ini.
Modal lain datang dari soft tennis. Tim putra Indonesia yang tampil menawan di fase grup melaju ke semifinal nomor tim setelah menaklukkan India dengan skor 2-0 di perempat final, dan kini menantang Jepang di babak empat besar yang digelar Minggu (20/9). Jadwal resmi nomor tim tidak mencantumkan perebutan perunggu, sehingga kalah semifinal umumnya langsung mengantongi medali perunggu — artinya satu laga itu membagikan tiket final emas sekaligus jaminan medali bagi pemenangnya.
Sementara itu, timnas basket putri membuka kampanyenya dengan kemenangan 61-52 atas Thailand berkat kontribusi besar Pierre-Louis yang mencetak 14 angka, 16 rebound, dan 6 assist. Tantangan berikutnya menunggu di fase grup melawan Tiongkok pada Senin (21/9). Modal lain tetap datang dari modern pentathlon yang langsung tampil menjanjikan di awal kejuaraan, sebagaimana diulas pada artikel Grafik Meroket di Aichi-Nagoya 2026: Pentathlon Indonesia Unjuk Gigi. Cabang-cabang dengan peluang medali lain yang dipantau adalah angkat besi, bulu tangkis, wushu, dan esports.
Fokus Senin 21 September: Empat Final Karate dan Tujuh Emas Renang
Senin (21/9) menjadi kesempatan terbaik Indonesia memperkaya rekening medali. Karate menyuguhkan empat final sekaligus di Toyohashi Gymnasium: kata individual putra, kumite -67kg putra, serta kumite -61kg dan -68kg putri pada rentang pukul 15.05-15.35 WIB. Kepercayaan diri kontingen sedang berada di titik tinggi setelah Leica Al Humaira Lubis meraih perunggu kumite +68kg putri Minggu (20/9) dengan kemenangan 6-1 atas wakil Kirgizstan. Renang menawarkan tujuh final emas pada sesi sore-malam WIB, sementara menembak dan final ganda campuran soft tennis melengkapi daftar laga penentu hari ini:
| Waktu (WIB) | Nomor | Catatan |
|---|---|---|
| 07.45 | Menembak — final nomor pertama | Jadwal resmi panitia, pantau atlet Indonesia yang lolos final |
| 10.30 | Menembak — final kedua | Peluang medali dari lapangan tembak |
| 15.00 | Soft tennis — final ganda campuran | Setelah beregu putra berperunggu, ganda campuran siap tempur |
| 15.05-15.35 | Karate — 4 final (kata putra; kumite -67kg putra, -61kg & -68kg putri) | Peluang emas pertama paling nyata hari ini |
| Sore-malam | Renang — 7 final emas | Sesi final kolam di arena akuatik |
| Siang | Triathlon — final | Setelah Martina Pratiwi finis ke-4 di nomor hari Minggu |
Senin (21/9) pukul ± 17.00 WIB, giliran timnas basket putri menghadapi Tiongkok setelah membuka kampanye dengan kemenangan atas Thailand.
Fakta Menarik Medali Aichi-Nagoya 2026
- Medali emas Asian Games 2026 beratnya sekitar 265 gram, berbahan dasar perak murni yang dilapisi setidaknya 1 gram emas.
- Aquatics menjadi penyumbang nomor medali terbanyak dengan 55 nomor, terdiri dari 41 nomor renang, 10 nomor loncat indah, serta nomor renang marathon dan polo air.
- Total 469 nomor medali diperebutkan dari 43 cabang olahraga dan 71 disiplin, berkurang 12 nomor dibandingkan edisi Hangzhou 2023.
- Esports kembali menjadi cabang medali resmi setelah sukses besar di Hangzhou 2023.
Cara Memantau Perjalanan Merah Putih
Kunjungi kembali halaman ini setiap hari untuk melihat tabel medali terbaru, atau ikuti publikasi Arguzzo untuk laporan hasil setiap laga penting kontingen Indonesia. Seluruh kabar Asian Games 2026 akan terus diperbarui selama pesta olahraga Asia berlangsung hingga 4 Oktober 2026.























Tinggalkan Balasan