Tim taekwondo Indonesia akan bertanding pada 1-3 Oktober 2026 di Toyohashi Gymnasium, salah satu venue bela diri Asian Games 2026 yang juga menjadi panggung karate. Indonesia turun dengan sejumlah nomor kyorugi yang diraih lewat jalur kualifikasi ketat, salah satunya dibuka oleh pencapaian Muhammad Bassam Raihan.
Bassam memastikan kuota Indonesia lewat Kejuaraan Asia Taekwondo 2026 di Mongolia, tempat ia mengalahkan wakil Jepang Shoki Asada sebelum terhenti di perempat final. Akumulasi poin hasil pertandingan-pertandingannya di turnamen itu cukup membawa Indonesia meraih satu kuota kelas untuk Aichi-Nagoya, capaian yang menjadi fondasi perencanaan tim.
Nama-Nama yang Diandalkan
Di samping Bassam, tim taekwondo Indonesia memadukan pengalaman dan regenerasi. Juana Wangsa Putri menjadi nama berpengalaman yang pernah membela Indonesia di berbagai pentas internasional, sementara Megawati Tamesti Maheswari datang dengan reputasi kuat, termasuk medali emas kyorugi kelas bantamweight 53 kg putri pada panggung taekwondo internasional di Indonesia. Kombinasi ini memberi Indonesia peluang nyata di kelas-kelas yang dipandang kompetitif.
Kyorugi sendiri adalah nomor pertarungan penuh: atlet mencetak poin lewat tendangan valid ke pelindung badan dan kepala, dengan sistem electronic body protector yang menilai kekuatan dan akurasi tendangan secara otomatis. Poin tendangan kepala bernilai lebih tinggi, dan itu membuat atlet-atlet cepat selalu menjadi ancaman.
Target Tim
PBTI menyatakan target hasil terbaik dan mempersiapkan tim dengan pemusatan latihan panjang, termasuk uji coba internasional. Persaingan di taekwondo Asia memang dikuasai Korea Selatan, Iran, Tiongkok, dan tuan rumah Jepang, namun satu laga unggulan di kelas yang tepat bisa mengubah segalanya.
Dukung para atlet taekwondo Merah Putih di Kanal Taekwondo Asian Games 2026. Rekap medali Indonesia tersedia di Rekap Medali Indonesia Asian Games 2026.























Tinggalkan Balasan