Tim soft tennis beregu putra Indonesia memastikan medali perunggu Asian Games 2026 setelah mengakui keunggulan tuan rumah dengan skor akhir 0-2 pada semifinal yang digelar Minggu (20/9/2026) di Higashiyama Park Tennis Courts, Nagoya. Hasil itu menjadikan soft tennis salah satu cabang yang menyumbang medali bagi kontingen Merah Putih di edisi ini.
Laga semifinal berjalan keras melawan tim Jepang yang bermain di depan publik sendiri. Kekuatan servis dan ketenangan pemain Jepang dalam pertukaran poin panjang menjadi pembeda, meski para petenis Indonesia sempat menekan di beberapa momen krusial. Kekalahan di semifinal otomatis membawa kedua tim yang tersingkir ke medali perunggu sesuai format turnamen.
Perjalanan Menuju Empat Besar
Perjalanan tim beregu putra ini dibangun dari hasil-hasil konsisten di fase grup, termasuk kemenangan berkesan atas India lewat pasangan ganda Tio Hutauruk dan Fernando Sanger yang menang 5-2. Ketangguhan tim di laga-laga penentu mengukuhkan posisi Indonesia sebagai kekuatan berkembang di soft tennis Asia, cabang yang dikuasai Jepang dan Korea Selatan selama dua dekade.
Di nomor tunggal, empat perwakilan Indonesia, Tio Hutauruk, Muhammad Reza Falevi, Allif Nafilah, dan Siti Nur Arasy, terhenti di fase grup setelah duel-duel ketat. Turnamen tunggal Asia menuntut konsistensi luar biasa karena selisih level antar peserta sangat tipis, terutama di kelas putra.
Arti Medali untuk Soft Tennis Nasional
Medali perunggu ini menjadi penguat arah pembinaan soft tennis Indonesia, cabang yang berkembang pesat berkat program pemusatan latihan dan kejuaraan nasional rutin. Dengan basis pemain muda yang terus tumbuh, target berikutnya tentu adalah menaikkan warna medali di pentas-pentas Asia mendatang.
Ikuti cerita soft tennis Merah Putih di Kanal Soft Tennis Asian Games 2026. Rekap medali Indonesia tersedia di Rekap Medali Indonesia Asian Games 2026.























Tinggalkan Balasan