Langsung ke konten
-
Olahraga

Rahmat Erwin Abdullah Pecahkan Rekor Dunia, Hadiahkan Emas Kedua dari Angkat Besi 75kg

Rahmat Erwin Abdullah memamerkan medali emas angkat besi kelas 75kg putra Asian Games 2026 di Nagoya
Rahmat Erwin Abdullah berpose dengan medali emas kelas 75kg putra Asian Games 2026. (Foto: Harian Disway)

NAGOYA — Angkat besi Indonesia memberikan momen paling bersejarah pada hari keenam Asian Games 2026. Rahmat Erwin Abdullah memastikan medali emas pada kelas 75kg putra yang digelar di Nagoya City Trade and Industry Center, Kamis (26/9). Total angkatan 366kg yang ia catat tidak hanya mengalahkan seluruh rival di panggung utama, tetapi juga tercatat resmi sebagai rekor dunia, rekor Asia, sekaligus rekor Asian Games untuk nomor tersebut.

Daftar Isi
  1. Jalannya Duel Ketat di Platform Nagoya
  2. Rekor Dunia, Rekor Asia, Rekor Asian Games
  3. Klasemen Medali Indonesia Terkini
  4. Duel Bulu Tangis Malam Ini, Final Skateboard Besok
Rahmat Erwin Abdullah sukses melakukan clean jerk 206kg pada final kelas 75kg putra Asian Games 2026
Rahmat Erwin Abdullah sukses mencatat clean jerk 206kg pada final kelas 75kg putra di Nagoya. (Foto: NTVNews.id)

Pencapaian itu menjadikan Rahmat Erwin penyumbang emas kedua bagi Indonesia di Aichi-Nagoya, menyusul tim beregu putra bulu tangkis yang tampil gemilang pada 24 September. Yang membuatnya semakin istimewa, emas ini hadir lewat duel paling ketat sepanjang hari: ia hanya unggul satu kilogram dari peraih perak asal Thailand, namun jejak angkatan yang ia tinggalkan akan dikenang jauh lebih lama.

Jalannya Duel Ketat di Platform Nagoya

Rahmat Erwin membuka nomor snatch dengan angkatan pembuka 150kg, sebelum menyempurnakan posisinya hingga 160kg sebagai angkatan terbaiknya. Masuk ke clean and jerk, ia memulai dari 190kg lalu menaikkan taruhannya secara bertahap hingga sukses di 206kg pada percobaan kunci, lengkap dengan teriakan khas yang membuat seisi venue ikut bergemuruh. Angka 160kg plus 206kg itulah yang menjadikan totalnya 366kg, satu kilogram lebih berat dari yang dicatat penantang terkuatnya.

Weeraphon Wichuma dari Thailand berjuang keras dan berhenti di total 365kg, cukup untuk perak namun tak sanggup menyaingi ketelitian Rahmat yang tampil dengan berat badan 74,65kg. Medali perunggu jatuh ke tangan Ri Chong Song dari Korea Utara dengan total 357kg. Dua pesaing lain dari Taiwan dan Turkmenistan tertinggal jauh di angka 337kg, sementara wakil Korea Selatan tersingkir setelah gagal menyelesaikan kompetisi.

Rekor Dunia, Rekor Asia, Rekor Asian Games

Sesaat setelah angkatan penentu, papan skor resmi venue menampilkan tiga singkatan yang jarang muncul sekaligus: WR, AR, dan GR. Artinya, total 366kg Rahmat Erwin dicatat sebagai world record, Asian record, dan Asian Games record baru dalam satu tarikan napas. Catatan resmi kompetisi menandai momen itu terjadi pukul 18.41 waktu Jepang atau 16.41 WIB, ketika barbel yang ia angkat dikukuhkan sempurna di atas kepalanya.

Bagi pengamat angkat besi, capaian ini bukan kebetulan. Rahmat Erwin sudah lama dikenal sebagai talenta istimewa, mantan pemecah rekor dunia junior pada nomor clean and jerk yang kini sukses mengubah gelar-gelar muda itu menjadi kejayaan level senior. Setelah Luluk Diana Tri Wijayana menyumbang perunggu pada kelas 49kg putri beberapa hari lalu, kini giliran Rahmat mengangkat angkat besi Indonesia ke puncak podium Nagoya.

Klasemen Medali Indonesia Terkini

Emas Rahmat Erwin membawa koleksi Indonesia menjadi dua emas, empat perak, dan 17 perunggu, atau total 23 medali. Dalam klasemen berdasarkan jumlah emas, Indonesia kini berada di peringkat ke-14, sementara berdasarkan total medali masih bertengger di posisi 11. Dua emas Indonesia dipegang oleh tim beregu putra bulu tangkis dan kini angkat besi kelas 75kg putra.

Empat perak datang dari dayung sculls ganda kelas ringan melalui Rafiq Wijdan Yasir dan Ali Mardiansyah, dayung quadruple sculls putra, serta tim pistol 10 meter putra dari cabang menembak. Sebagian besar perunggu diperoleh dari wushu, karate, teqball, soft tennis, bulu tangkis beregu putri, hingga sepatu takraw.

Duel Bulu Tangis Malam Ini, Final Skateboard Besok

Perhatian publik kini beralih ke gelanggang bulu tangis individual. Alwi Farhan melangkah ke perempat final tunggal putra setelah terlebih dahulu menumbangkan wakil Jepang Kenta Nishimoto, lalu menang 2-0 atas Leong Jun Hao dari Malaysia pada babak 16 besar. Jonatan Christie menyusul menjalani laga babak 16 besar melawan perwakilan Sri Lanka, sementara dua pasangan ganda putra, Daniel Marthin/Leo Rolly Carnando dan Fajar Alfian/Muhammad Shohibul Fikri, sudah lebih dulu merapat ke perempat final. Medali minimal perunggu dipastikan bagi atlet yang menembus semifinal, karena kedua semifinalis yang kalah di Asian Games sama-sama menerima perunggu.

Jadwal penuh janji juga menanti esok hari. Basral Graito Hutomo dan Ni Wayan Malana Fairbrother melaju ke final skateboard street putra dan putri, sementara pelari gawang Dina Aulia dipastikan tampil di final 100 meter gawang putri setelah lolos lewat babak penyisihan dengan catatan waktu 13,39 detik.

Emas Rahmat Erwin Abdullah kembali membuktikan bahwa Indonesia bukan sekadar penumpang di Aichi-Nagoya 2026. Dengan rekor dunia yang baru lahir malam ini, moral kontingen semakin menguat menyambut sisa jadwal kompetisi yang masih menyimpan peluang medali dari sejumlah cabang.

0

Arguzzo

Redaksi Arguzzo.com — tim pemberita sehari-hari untuk topik Gadget, Laptop, Teknologi, dan Otomotif. Konten disusun dari rilis resmi produsen serta sumber yang telah diverifikasi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Juga