Indonesia menambah dua medali perunggu dari arena sepak takraw Asian Games 2026 pada Jumat (25/9). Tim regu putri menjadi penggeber pertama setelah menumbangkan tuan rumah Jepang dengan skor 2-0 dalam laga perebutan medali perunggu yang digelar pukul 09.00 waktu setempat atau 07.00 WIB di Nagoya City Mizuho Park Gymnasium, Nagoya. Tidak sampai satu jam kemudian, tim regu putra memastikan diri ikut pulang membawa perunggu setelah sembilan semifinal yang ketat, menjadikan sepak takraw kontributor medali paling manis bagi kontingen Merah Putih pada hari itu.
Jalan menuju perunggu bagi tim putri memang tidak mulus. Pada semifinal Kamis (24/9), anak asuh kontingen Indonesia tumbang 0-2 dari Korea Selatan yang tampil tajam. Namun luka itu cepat terobati. Bertemu Jepang, pecundang semifinal lainnya, regu putri Indonesia tampil lebih disiplin dalam penguasaan bola dan efektif di setiap serangan hingga menutup pertandingan tanpa kehilangan regu satu pun. Medali emas nomor ini jatuh ke Thailand yang menumbangkan Korea Selatan 2-0 di laga final, sehingga Korea harus puas berbagi panggung di posisi kedua.
Kekuatan tim regu putri Indonesia di Aichi-Nagoya ditopang barisan atlet yang dipercaya pelatih sepanjang turnamen, antara lain Dini Mita Sari dan Yuliana sebagai feeder, Fujy Anggy Lestari serta Wan Annisa Rachmadi sebagai killer, ditambah trio tekong Ayvonne Halimatu Zahra Perdhana, Kusnelia, dan Frisca Kharisma Indrasari. Dita Pratiwi dan Choirunnisa melengkapi rotasi skuad yang tampil rotatif sejak babak penyisihan grup hingga laga medali.
Aksi tim regu putri sepak takraw Indonesia pada Asian Games 2026 Aichi-Nagoya. Foto: Dok. Arguzzo.com
Sementara itu, tim regu putra Indonesia memastikan medali perunggu melalui jalur semifinal. Bertanding di semifinal Kamis (24/9), regu putra yang sebelumnya menang 3-0 atas Korea Selatan di penyisihan Grup A harus mengakui keunggulan Malaysia dengan skor tipis 1-2. Pada format tim regu Asian Games 2026, kedua pecundang semifinal sama-sama dianugerahkan medali perunggu tanpa melalui laga perebutan tempat ketiga, sehingga Indonesia dan Jepang berbagi dua perunggu nomor putra. Gelar emas nomor putra kini tinggal menunggu duel Thailand melawan Malaysia yang digelar Jumat (25/9) pukul 14.00 waktu setempat atau 12.00 WIB.
Dengan tambahan dua perunggu ini, penghitungan sementara medali kontingen Indonesia di Asian Games 2026 menjadi satu emas, empat perak, dan 17 perunggu, atau total 22 medali yang menjaga posisi Merah Putih di peringkat 16 klasemen. Satu-satunya emas hingga hari ini tetap dipegang tim beregu putra bulu tangkis yang menumbangkan China 3-2 dalam final dramatis Kamis (24/9).
Bagi sepak takraw Indonesia, dua perunggu ini sekaligus menjadi medali perdana cabang tersebut di edisi Aichi-Nagoya sekaligus bukti bahwa kekuatan tradisional Indonesia di olahraga raket kaki masih layak diperhitungkan di tingkat Asia. Thailand menegaskan statusnya sebagai kekuatan utama dengan menembakkan dua tim ke laga final emas, namun konsistensi Indonesia menembus papan medali di kedua sektor menunjukkan modal berharga menuju nomor-nomor berikutnya.
Misi memanen medali di arena sepak takraw Aichi-Nagoya belum selesai. Nomor regu putra dan ganda putri baru akan memasuki babak penyisihan grup pada 27 September, memberikan kesempatan tambahan bagi regu dan pasangan ganda Indonesia untuk mempersembahkan medali-medali berikutnya.
Kabar dua perunggu ini memperkaya daftar perolehan medali Indonesia yang terus bertambah sepanjang pekan. Pantau terus tabel medali Asian Games 2026 untuk pembaruan posisi Merah Putih setiap kali para atlet turun ke arena.
Update 25 September 2026: Angka medali pada artikel ini merupakan perhitungan sementara saat artikel diterbitkan dan dapat berubah mengikuti revisi resmi panitia OCA. Klasemen terkini selalu tersedia di tabel medali Asian Games 2026 yang diperbarui otomatis setiap 15 menit dari sistem resmi OCA/Bornan.























Tinggalkan Balasan