Tim menembak Indonesia menambahkan medali perak pada Asian Games 2026 Aichi-Nagoya lewat nomor air pistol 10 meter beregu putra yang digelar di Aichi Prefectural Shooting Range, Kamis (24/9/2026). Hasil ini menjadi medali perak kedua bagi kontingen Merah Putih di ajang empat tahunan tersebut, menyusul perak yang sebelumnya hadir dari teqball melalui Sumaya. Sekaligus, perak tersebut menjadi medali pertama Indonesia dari cabor menembak di edisi kali ini.
Perolehan perak dari nomor beregu putra air pistol 10 meter sekaligus menegaskan bahwa sektor menembak tetap menjadi salah satu ladang medali potensial bagi Indonesia di panggung Asia. Tim yang disiapkan PB Perbakin untuk kejuaraan benua ini memuat deretan penembak yang telah melewati rangkaian seleksi dan pemusatan latihan panjang, termasuk sejumlah wajah muda yang sedang naik daun, seperti duo asal Gunungkidul, Kanurian Al-Ghozi dan Anang Febrian yang telah resmi dikukuhkan memperkuat tim menembak Indonesia.
Ranah Kekuatan Menembak Asia
Nomor air pistol 10 meter beregu putra selalu menjadi arena sengit karena diisi negara-negara dengan tradisi kuat di sektor menembak seperti China, Korea Selatan, India, serta sejumlah tim Asia Barat. Setiap tim berhak menembak dalam rentang waktu tertentu, dan perhitungan akhir menggabungkan akumulasi poin seluruh penembak sehingga konsistensi menjadi kunci utama.
Panggung Asian Games 2026 sendiri mempertandingkan sejumlah nomor menembak mulai dari air rifle, air pistol, hingga skeet dan trap yang berlangsung sepanjang pekan ini. Bagi Indonesia, kehadiran perak dari nomor beregu putra air pistol diharapkan menjadi pemantik bagi nomor-nomor lain yang masih tersisa, termasuk nomor beregu campuran air pistol yang digelar Jumat (25/9/2026).
Modal Sebelum Berlaga
Sebelum berlayar ke Nagoya, tim menembak Indonesia menjalani rangkaian latihan intensif dan serangkaian turnamen pemanasan. Antusiasme terhadap squad menembak ini cukup tinggi mengingat sejumlah atletnya tampil impresif pada kejuaraan nasional maupun regional dalam dua tahun terakhir. Dua atlet putra asal Gunungkidul, Kanurian Al-Ghozi dan Anang Febrian, bahkan sempat menjadi perhatian publik daerah setelah resmi dikukuhkan memperkuat tim menembak Indonesia di ajang ini.
Pada nomor air pistol 10 meter beregu putri yang berlangsung lebih dulu, trio Derli Amalia Putri, Arista Perdana Putri Darmoyo, dan Rihadatul Asyifa harus puas finis di posisi kesembilan. Kegagalan srikandi itu kini terobati oleh penampilan tim putra yang sukses memastikan podium kedua.
Papan Medali Kontingen Indonesia
Perak dari arena menembak membawa koleksi kontingen Indonesia menjadi 17 medali dengan rincian dua perak dan 15 perunggu. Meski belum membuka perhitungan emas, Indonesia sesungguhnya sudah masuk dalam tujuh besar urutan total medali. Rincian seluruh peraih medali Indonesia dapat disimak pada rekap peraih medali Indonesia Asian Games 2026, sementara posisi klasemen terkini ada di tabel medali Asian Games 2026.
Kabar gembira tambahan berpeluang hadir dalam hitungan jam: tim beregu putra bulu tangkis Indonesia dijadwalkan melakoni final melawan China pukul 14.00 WIB. Kemenangan di laga tersebut akan menjadi medali emas pertama Indonesia di Asian Games 2026.
Foto utama: Kemenpora/NOC Indonesia.
Update 25 September 2026: Angka medali pada artikel ini merupakan perhitungan sementara saat artikel diterbitkan dan dapat berubah mengikuti revisi resmi panitia OCA. Klasemen terkini selalu tersedia di tabel medali Asian Games 2026 yang diperbarui otomatis setiap 15 menit dari sistem resmi OCA/Bornan.























Tinggalkan Balasan