Sebanyak 18 final perebutan medali emas Asian Games 2026 sudah tuntas digelar pada Senin (21/9/2026), menyisakan 19 medali emas karena satu nomor berakhir dengan emas kembar. Tiongkok tampil sebagai penguasa hari ketiga ini dengan 12 emas, sementara Indonesia membawa pulang dua perunggu baru dari wushu dan MMA sehingga koleksi medali Merah Putih menjadi tujuh. Seluruh data pada rekap ini diambil langsung dari sistem hasil resmi penyelenggara (Bornan/OCA) yang sudah berstatus official.
Daftar Isi
- Renang: Tiongkok Kuasai 5 dari 7 Emas, Ada Emas Kembar 100m Dada
- Karate: Jepang Emas Kata, Tiongkok Dua Emas Kumite
- Menembak: Sheng Lihao Emas, Tim Air Rifle Putra Indonesia Posisi Keempat
- Wushu: Perunggu Eugenia, Rainer Finis Ke-9 Taijijian
- Triathlon, Gimnastik, dan Soft Tennis
- Semifinal MMA: Hotmauli Pulang dengan Perunggu
- Klasemen Medali Sementara dan Lanjutan Selasa
- Hasil Lengkap 18 Final Senin 21 September
Buah manis bagi Indonesia datang dari Aichi Prefectural Martial Arts Hall. Kontingen Indonesia melihat Eugenia Diva Widodo merebut perunggu nomor changquan putri dengan skor 9,706, hanya terpaut tipis dari Sou Cho Man (Makau, perak, 9,710) dan Sham Hui Yu Lydia (Hong Kong, emas, 9,713). Perunggu kedua disumbang Vallensia Fahira Hotmauli dari tatap muka MMA kelas -54 kg putri yang sudah kami bahas tuntas di artikel tersendiri. Dengan tambahan tersebut, Indonesia kini memegang 0-1-6 (total 7) di peringkat 13 tabel perolehan medali Asian Games 2026.
Renang: Tiongkok Kuasai 5 dari 7 Emas, Ada Emas Kembar 100m Dada
Sesi final renang di Tokyo Aquatics Centre menyuguhkan tujuh final dan menjadi panggung utama Tiongkok. Xu Jiayu membuka pesta lewat 50 meter gaya punggung putra dengan catatan 24,04 detik, didampingi Wang Zicheng yang mengunci perak (24,49) serta Yoon Jihwan (Korea Selatan) atas perunggu 24,54. Wakil Indonesia Jason Yusuf finis keenam dengan 25,16 detik. Nomor 50 meter gaya punggung putri juga jatuh ke Tiongkok melalui Wan Letian (27,47) yang mengungguli rekan senegaranya Wang Xueer (27,66).
Momen paling dramatis terjadi di 100 meter dada putra: Dong Zhihao (Tiongkok) dan Ohashi Shin (Jepang) menyentuh dinding bersamaan pada 58,64 detik sehingga juri menetapkan emas kembar tanpa perak, sementara Qin Haiyang memungut perunggu 59,01. Kolam yang sama melihat Yu Zidi menang di 200 meter individual medley putri (2:06,10) mengalahkan Yu Yiting (2:07,99), serta estafet 4×200 meter gaya bebas putra yang kembali milik Tiongkok (7:00,17) di depan Jepang (7:01,05) dan Korea Selatan (7:06,76).

Dua emas renang sisanya lolos dari genggaman Tiongkok. Kim Youngbeom (Korea Selatan) menjadi tercepat di 50 meter gaya bebas putra (21,66) mengalahkan Ho Ian Yentou dari Hong Kong (21,76), dan bintang Hong Kong Siobhan Haughey mendominasi 200 meter gaya bebas putri dengan 1:54,96 — nyaris dua detik lebih cepat dari peraih perak Li Jiaping (1:56,58).
Karate: Jepang Emas Kata, Tiongkok Dua Emas Kumite
Arena Toyohashi Gymnasium membagikan empat emas karate. Nishiyama Kakeru (Jepang) menjuarai kata putra individu setelah menang 5-0 atas Fong Man Hou (Makau). Di kumite, Rashidov Abdul Vakhkhob (Uzbekistan) menaklukkan Kozaki Yugo (Jepang) 7-5 di kelas -67 kg putra, sementara Tiongkok menyumbang dua emas lewat Gong Li (kelas -61 kg putri, menang 8-2 atas Kanay Assel dari Kazakhstan) dan Li Qiaoqiao (kelas -68 kg putri, menang tipis 4-3 atas Joud Aldrous dari Yordania).
Untuk Indonesia, Christopher Edbert Setiabudi harus mengakui keunggulan lawan di laga perunggu kata putra. Ia kalah 2-3 dari Sayed Mohammed Almosawi (Kuwait) sehingga pulang tanpa medali, meski tampil cukup kompetitif sepanjang hari.
Menembak: Sheng Lihao Emas, Tim Air Rifle Putra Indonesia Posisi Keempat
Di Aichi Prefectural General Shooting Gallery, Sheng Lihao (Tiongkok) menepiskan tantangan duo India di final 10 meter air rifle putra individu dengan skor 254,2; Dhillon Himanshu (252,4) pulang dengan perak dan Patil Rudrankksh Balasaheb (230,9) meraih perunggu. Kanurian Al Ghozi menjadi wakil Indonesia di final tersebut dan mengakhiri perjuangan di posisi kedelapan.
Pada nomor beregu putra yang digelar pagi hari, Tiongkok (1899,0) terlalu kuat dengan India (1890,1) menyusul di peringkat kedua dan Korea Selatan (1884,2) meraih perunggu. Tim putra Indonesia — Fathur Gustafian, Anang Febrian, dan Kanurian Al Ghozi — terpaksa puas di posisi keempat dengan 1882,5, hanya terpaut 1,7 poin dari zona medali. Resultan yang menyakitkan, tetapi bukti nyata daya saing tim menembak Merah Putih.
Wushu: Perunggu Eugenia, Rainer Finis Ke-9 Taijijian

Selain emas Hong Kong dan perak Makau pada changquan putri yang melahirkan perunggu Eugenia Diva Widodo (9,706), sesi wushu Senin juga menutup nomor gabungan taijiquan & taijijian putra. Liu Dewen (Tiongkok) keluar sebagai juara, disusul Sun Chia-hung (Chinese Taipei) di posisi kedua dan An Hyeon-gi (Korea Selatan) di posisi ketiga. Rainer Reinaldy Ferdiansyah menutup sesi taijijian di posisi kesembilan dengan skor 9,690.
Triathlon, Gimnastik, dan Soft Tennis
Di Gamagori, regu triathlon campuran Tiongkok finis pertama pada 1:25:54, diikuti Jepang (1:26:45) dan Hong Kong (1:27:25); regu Indonesia menempati posisi kelima dengan catatan 1:31:00. Di Nagoya City General Gymnasium (Rainbow Hall), juara all-around putra gimnastik artistik ditentukan lewat sesi kualifikasi subdivision 2: Zhang Boheng (Tiongkok) mengangkat emas, sementara duo Jepang Oka Shinnosuke dan Hashimoto Daiki memungut perak dan perunggu. Arena Higashiyama Park Tennis Center menyaksikan pasangan Yu Kai-wen/Huang Shih-yuan (Chinese Taipei) menjuarai ganda campuran soft tennis setelah pertarungan sengit 5-4 atas Uematsu Toshiki/Temma Rena (Jepang); duo Jepang lain Maruyama Kaito/Maeda Rio dan pasangan Korea Park Jaekyu/Kim Yeon-hwa berbagi perunggu.
Semifinal MMA: Hotmauli Pulang dengan Perunggu
Semua final MMA memang baru digelar Selasa, tetapi Senin tetap mencetak medali karena format cabang pertarungan ini memberi perunggu kepada kedua petarung yang gugur di semifinal. Dua belas tiket perunggu dipastikan dari 12 laga semifinal, termasuk milik Vallensia Fahira Hotmauli (kelas -54 kg putri modern) yang dihentikan Kanjutha Phattaraboonsorn (Thailand). Enam final MMA — termasuk dua petarung Indonesia lain, Gibran Alfarizi dan Ananda Prabowo — siap digelar Selasa sore WIB.
Klasemen Medali Sementara dan Lanjutan Selasa
Setelah 18 final Senin, Tiongkok mengokohkan diri di puncak dengan 23-10-5 (total 38), disusul Jepang 8-12-12 (32) dan Korea Selatan 5-3-15 (23). Indonesia bertahan di peringkat 13 dengan 0-1-6 — detail lengkap per negara bisa dipantau di klasemen medali 21 September yang diperbarui otomatis setiap 15 menit.
Jadwal Selasa (22/9) justru lebih padat: ada 25 final emas mulai dari kriket putri, menembak, gimnastik artistik putri, wushu, anggar, hingga enam final MMA dan enam final renang, ditutup final voli putri. Simak rinciannya di jadwal Asian Games 2026 hari ini & besok, sementara cara menonton bisa dicek di link live streaming Asian Games 2026.
Hasil Lengkap 18 Final Senin 21 September
| Nomor Final (Waktu WIB) | Emas | Perak | Perunggu |
|---|---|---|---|
| Wushu changquan putri (07.00) | HKG – Sham Hui Yu Lydia (9,713) | MAC – Sou Cho Man (9,710) | INA – Eugenia Diva Widodo (9,706) |
| Triathlon relay campuran (07.30) | CHN (1:25:54) | JPN (1:26:45) | HKG (1:27:25) |
| Menembak 10m air rifle putra beregu (07.45) | CHN (1899,0) | IND (1890,1) | KOR (1884,2) |
| Menembak 10m air rifle putra individual (10.30) | CHN – Sheng Lihao (254,2) | IND – Dhillon Himanshu (252,4) | IND – Patil Rudrankksh (230,9) |
| Gimnastik artistik all-around putra (12.30) | CHN – Zhang Boheng | JPN – Oka Shinnosuke | JPN – Hashimoto Daiki |
| Wushu taijiquan & taijijian putra (12.30) | CHN – Liu Dewen (9,780) | TPE – Sun Chia-hung (9,720) | KOR – An Hyeon-gi (9,716) |
| Renang 50m gaya punggung putra (15.00) | CHN – Xu Jiayu (24,04) | CHN – Wang Zicheng (24,49) | KOR – Yoon Jihwan (24,54) |
| Soft tennis ganda campuran (15.00) | TPE – Yu Kai-wen/Huang Shih-yuan (5-4) | JPN – Uematsu/Temma | JPN – Maruyama/Maeda; KOR – Park/Kim |
| Renang 50m gaya punggung putri (15.06) | CHN – Wan Letian (27,47) | CHN – Wang Xueer (27,66) | KOR – Kim Seungwon (27,72) |
| Karate kata putra individu (15.05) | JPN – Nishiyama Kakeru (5-0) | MAC – Fong Man Hou | KUW – Almosawi; HKG – Hung |
| Renang 50m gaya bebas putra (15.12) | KOR – Kim Youngbeom (21,66) | HKG – Ho Ian Yentou (21,76) | KOR – Ji Yuchan (21,94) |
| Renang 200m gaya bebas putri (15.17) | HKG – Siobhan Haughey (1:54,96) | CHN – Li Jiaping (1:56,58) | CHN – Liu Yaxin (1:57,53) |
| Karate kumite -67kg putra (15.15) | UZB – Rashidov Abdul Vakhkhob (7-5) | JPN – Kozaki Yugo | TPE – Shih; JOR – Almasatfa |
| Karate kumite -61kg putri (15.25) | CHN – Gong Li (8-2) | KAZ – Kanay Assel | JPN – Shimada; CAM – Vann |
| Renang 100m dada putra (15.38) | CHN – Dong Zhihao & JPN – Ohashi Shin (58,64) | – | CHN – Qin Haiyang (59,01) |
| Karate kumite -68kg putri (15.35) | CHN – Li Qiaoqiao (4-3) | JOR – Joud Aldrous | VIE – Nguyen; HKG – Wong |
| Renang 200m individual medley putri (15.52) | CHN – Yu Zidi (2:06,10) | CHN – Yu Yiting (2:07,99) | JPN – Narita Mio (2:10,40) |
| Renang estafet 4x200m gaya bebas putra (16.13) | CHN (7:00,17) | JPN (7:01,05) | KOR (7:06,76) |
Dari 18 final di atas, sembilan emas lahir dari wushu, triathlon, menembak, gimnastik artistik, dan soft tennis, sementara tujuh lainnya dipertandingkan di kolam renang dan tatap karate. Perunggu Eugenia Diva Widodo dan Vallensia Fahira Hotmauli menjadi pengingat bahwa Merah Putih terus tumbuh di cabang-cabang baru — dan Selasa bisa saja menjadi hari emas pertama.























Tinggalkan Balasan