Arguzzo.com – Di tengah dominasi ekosistem Barat, Huawei kembali membuktikan ketangguhannya dengan meluncurkan perangkat flagship terbarunya, Huawei Mate 80 Pro+. Secara resmi diumumkan dalam sebuah acara akbar di Beijing, China, perangkat ini menjadi simbol kemandirian teknologi Huawei sepenuhnya. Mate 80 Pro+ adalah ponsel pertama yang menjalankan sistem operasi HarmonyOS NEXT secara native, yang didukung oleh chipset buatan dalam negeri, Kirin 9100, serta sistem kamera yang dikembangkan sendiri tanpa kolaborasi Leica.
Daftar Isi
1. Revolusi Sistem Operasi: HarmonyOS NEXT yang Sepenuhnya Mandiri
Puncak inovasi dari Huawei Mate 80 Pro+ adalah sistem operasinya. HarmonyOS NEXT bukanlah fork dari Android, melainkan sistem operasi yang dibangun sepenuhnya di atas kernel HarmonyOS—tanpa pustaka AOSP (Android Open Source Project) sama sekali. Ini adalah langkah berani Huawei untuk melepaskan diri sepenuhnya dari ketergantungan pada teknologi Amerika Serikat.
Antarmuka HarmonyOS NEXT menghadirkan estetika visual yang baru dan performa yang diklaim 30% lebih lancar dan efisien dalam manajemen daya dibandingkan HarmonyOS sebelumnya. Huawei memperkenalkan ekosistem aplikasi native-nya sendiri melalui Huawei Mobile Services (HMS) yang telah diperbarui secara masif. Kendala utama bagi pengguna global tetap ada: perangkat ini tidak mendukung Layanan Google (Google Mobile Services/GMS), mengharuskan pengguna mengandalkan sepenuhnya AppGallery untuk aplikasi sehari-hari.
2. Jantung Pacu: Kirin 9100 dan Teknologi Komputasi AI On-Device
Mate 80 Pro+ ditenagai oleh chipset flagship terbaru Huawei, Kirin 9100. Diproduksi dengan proses fabrikasi 3nm yang canggih oleh SMIC, chipset ini menunjukkan kemajuan pesat Tiongkok dalam semikonduktor di tengah sanksi dagang. Fokus utama Kirin 9100 adalah pada unit pemrosesan saraf (NPU) yang telah ditingkatkan, memungkinkan kemampuan pemrosesan AI on-device yang setara dengan pesaingnya.
Berkat integrasi NPU baru, HarmonyOS NEXT menghadirkan fitur asisten suara cerdas yang lebih kontekstual, penerjemahan real-time yang lebih akurat, serta fitur fotografi komputasional yang lebih cepat dan cerdas tanpa perlu mengirim data ke cloud.
3. Evolusi Fotografi XMAGE: Sensor Ultra-Besar Generasi Kedua
Meskipun telah mengakhiri kemitraan dengan Leica, Huawei terus mengembangkan teknologi pencitraan miliknya sendiri dengan merek XMAGE. Mate 80 Pro+ menyematkan sistem kamera belakang yang canggih dengan peningkatan signifikan pada sensor utamanya.
Lensa utamanya menggunakan sensor berukuran 1 inci generasi kedua dengan resolusi 60MP, yang menawarkan dynamic range yang lebih luas dan performa low-light yang lebih baik dari pendahulunya. Huawei juga menyempurnakan lensa periskop 100mm 64MP untuk kemampuan zoom optik 4x yang tajam, didukung penuh oleh algoritma AI XMAGE untuk menghasilkan gambar yang jernih dan detail pada jarak jauh.

4. Konektivitas Satelit Dua Arah dan Desain Keramik Nano-Tech
Huawei memperluas fitur komunikasi satelitnya. Mate 80 Pro+ kini mendukung koneksi satelit dua arah generasi kedua, yang memungkinkan pengguna tidak hanya mengirim pesan darurat (SOS), tetapi juga melakukan panggilan suara melalui satelit di area tanpa sinyal seluler sama sekali.
Bodinya menggunakan material Keramik Nano-tech yang sangat tahan gores dan memberikan kesan premium yang padat, dengan desain modul kamera berbentuk cincin bintang (Star Ring) yang ikonik. Layarnya menggunakan panel OLED LTPO 6,8 inci dengan resolusi 1.5K, dukungan PWM dimming tinggi, serta kaca pelindung Kunlun Glass generasi ketiga.
Ketersediaan dan Harga: Huawei Mate 80 Pro+ saat ini hanya tersedia untuk pasar China. Huawei belum memberikan indikasi mengenai peluncuran versi global dengan HarmonyOS NEXT ini.
-
Huawei Mate 80 Pro+: Mulai dari CNY 7.999 (sekitar Rp 17,8 juta untuk varian dasar 16GB/512GB).
Sumber Rujukan:























Tinggalkan Balasan