Kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) kembali mengganggu lalu lintas penerbangan di Papua. Jarak pandang yang terbatas membuat sejumlah penerbangan dari Bandara Sentani, Jayapura, harus ditunda. Dilaporkan sebanyak 19 jadwal penerbangan dari Sentani tertunda karena kabut asap menutupi bandara tujuan seperti Wamena dan Oksibil.
Kondisi ini tentu berdampak pada mobilitas warga yang mengandalkan pesawat sebagai transportasi utama antarwilayah di Papua.

16 Bandara di Papua Terdampak
Gangguan tidak hanya terjadi di Sentani. Dari catatan sejumlah media, ada 16 bandara di wilayah Papua yang terdampak kabut asap karhutla, dengan bentuk gangguan mulai dari keterlambatan hingga pembatalan penerbangan. Kondisi cuaca di kawasan Pegunungan Papua yang dinamis membuat penjadwalan penerbangan menjadi lebih menantang bagi maskapai maupun operator bandara.
Kebakaran hutan dan lahan memang menjadi persoalan yang berulang di sejumlah wilayah Indonesia, terutama pada musim kemarau. Selain mengganggu transportasi udara, asap kebakaran juga berdampak pada kesehatan pernapasan warga di sekitar lokasi kebakaran.
Dampak bagi Penumpang
Penumpang yang akan terbang dari atau ke wilayah Papua dianjurkan memantau informasi resmi dari maskapai dan operator bandara sebelum berangkat. Status penerbangan bisa berubah sewaktu-waktu mengikuti perkembangan jarak pandang di bandara tujuan, sehingga cek informasi sejak awal membantu menghindari waktu tunggu berlebihan di bandara.
Sejumlah maskapai umumnya juga menawarkan opsi penjadwalan ulang untuk rute yang terdampak gangguan cuaca, sehingga penumpang disarankan menghubungi jalur layanan resmi maskapainya. Simpan pula salinan tiket dan dokumen perjalanan di ponsel agar mudah diakses ketika jadwal berubah mendadak.
Karhutla Belum Sepenuhnya Terkendali
Sementara itu, upaya pemadaman di titik-titik kebakaran terus dilakukan oleh tim lapangan. Pihak bandara menerapkan penyesuaian jadwal demi menjamin keselamatan penerbangan, dan lalu lintas udara diperkirakan kembali normal seiring membaiknya jarak pandang di bandara-bandara yang terdampak.
Situasi seperti ini menegaskan pentingnya kesiapsiagaan menghadapi musim kebakaran, baik dari sisi pemadaman maupun pengaturan jadwal penerbangan. Pemantauan titik api secara berkala membantu pihak terkait mengambil keputusan yang lebih cepat ketika kondisi mulai memburuk.
Bagi perjalanan yang tertunda akibat gangguan ini, manfaatkan waktu untuk merapikan rencana liburan, salah satunya dengan memilih penginapan yang tepat sesuai kebutuhan agar sisa rangkaian perjalanan tetap nyaman.
























Tinggalkan Balasan