Arguzzo.com — Peta persaingan mobil di Indonesia makin menarik: penguasa lama tetap kukuh, penantang baru terus menempel. Toyota memimpin pasar Januari–September 2026 dengan 197.809 unit, disusul Daihatsu dan Suzuki, sebagaimana dilaporkan Bisnis.com (7/10). Sementara itu, BYD kini menempel di posisi lima besar dan mengungguli sejumlah merek Jepang, sebagaimana ditulis Kompas.
Toyota Tak Tergoyang
Dominasi Toyota di pasar Indonesia berlangsung puluhan tahun dan pada 2026 nyaris tak ada gejala longsornya. CNN Indonesia mencatat penjualan September: Toyota 21.648 unit — hampir dua kali lipat Daihatsu yang mencatat 12.317 unit. Kumulatif 197.809 unit sembilan bulan itu berarti Toyota menyumbang hampir sepertiga dari total pasar yang mencapai 679.020 unit — posisi yang membuat pabrikan lain harus berpikir dua kali untuk menyainginya di semua segmen — dari mobil kota sampai kendaraan komersial.

Langkah Cepat BYD
Yang paling menarik justru di belakang Toyota. Katadata mencatat BYD sejak Agustus menjadi satu-satunya merek China di lima besar dengan penjualan retail 6.861 unit, dan posisinya kian menguat dengan 7.421 unit pada September menurut CNN Indonesia. Dukungan pabrik Subang yang beroperasi dengan target TKDN hingga 80 persen menjadi kunci harga dan kecepatan pasokannya.
Lini produk BYD di Indonesia juga kian lengkap, dari mobil kota hingga SUV keluarga, sehingga tawarannya tidak lagi bergantung pada satu model saja. Kehadiran Atto 1 yang masuk daftar BEV terlaris memperlihatkan strategi harga agresifnya bekerja di segmen bawah, sementara varian keluarga menopang volume di segmen menengah. Kombinasi produk berlapis, pabrik lokal, dan angka TKDN tinggi inilah yang membuat kehadiran BYD dinilai lebih terstruktur dibanding upaya merek China lain yang pernah mencoba nasib di pasar Indonesia.
Duel yang Menentukan 2027
Ke depan, dua kekuatan akan membentuk peta pasar: mobil listrik yang terus membesar — BEV sudah menguasai 16 persen pasar pada semester I sesuai catatan kami — dan kebijakan TKDN 60 persen mulai 2027 yang menentukan kelayakan insentif. Baca juga: Pabrik Raksasa BYD Resmi Beroperasi di Subang, BEV Capai 70.095 Unit, Kuasai 16 Persen Pasar dan TKDN Mobil Listrik 60 Persen Mulai 2027. Duel Toyota–BYD diprediksi makin seru di 2027.
Sumber: Bisnis.com, Kompas, CNN Indonesia, Katadata.
























Tinggalkan Balasan