Arguzzo.com — Konsumen BBM nonsubsidi bisa sedikit menghela napas di awal bulan ini. Per 1 Oktober 2026, harga BBM nonsubsidi Pertamina kompak ditahan, tanpa penyesuaian naik maupun turun sebagaimana dilaporkan CNBC Indonesia. Artinya, harga Pertamax tetap bertahan di Rp15.950 per liter, level yang berlaku sejak 1 Agustus 2026 silam, demikian dicatat Viva dalam laporannya mengenai harga BBM September.
Daftar Isi
Mengapa Bisa Ditahan?
Penahanan harga ini menarik dibaca karena formula harga sebenarnya mengarah ke tempat lain. Sejumlah media memperkirakan harga keekonomian Pertamax berada di kisaran Rp18.350 per liter, jauh di atas harga jualnya di pom, sehingga bila mengikuti formula perhitungan sepenuhnya, harga BBM nonsubsidi seharusnya menyesuaikan naik. Keputusan menahannya berarti ada selisih yang ditanggung melalui mekanisme anggaran energi, dengan tujuan menjaga stabilitas harga konsumsi menjelang akhir tahun.
Berlaku Juga untuk Turbo dan Dex
Bukan hanya Pertamax. Laporan sebelumnya memperkirakan Pertamax Turbo berpotensi menjangkau Rp21.450 per liter bila menyesuaikan penuh, namun dalam kenyataannya penyesuaian itu juga tidak terjadi pada periode ini. Kompas.com mengonfirmasi seluruh produk nonsubsidi di seluruh SPBU tidak berubah per 1 Oktober. Dengan demikian pengguna kendaraan bermesin tinggi yang selama ini mengisi Pertamax Turbo atau Dex bisa merencanakan pengeluaran bulanan tanpa penyesuaian tambahan bulan ini.
Cerminan yang Menarik di Pasar Global
Kondisi harga dalam negeri ini bertolak belakang dengan dinamika global yang menarik. Pasar dunia sedang menyaksikan fenomena langka: pangsa mobil berbahan bakar minyak global untuk pertama kalinya anjlok di bawah 50 persen, sebagaimana kami bahas di Pangsa Mobil BBM Global Anjlok di Bawah 50 Persen. Transisi kendaraan listrik yang kian cepat di berbagai negara membuat proyeksi permintaan BBM jangka panjang ikut berubah, dan itu menjadi salah satu faktor yang menarik dibaca ketika pemerintah menahan harga di dalam negeri.
Pantau Kebijakan Bulan Depan
Harga BBM nonsubsidi dinilai ulang setiap awal bulan mengikuti pergerakan harga minyak dunia dan nilai tukar rupiah. Artinya, penahanan Oktober belum tentu berlanjut ke November, terlebih bila harga minyak mentah global bergerak signifikan. Bagi pengguna kendaraan, cara paling praktis tetap memantau pengumuman resmi Pertamina di awal setiap bulan sebelum mengisi. Pantau juga kanal Otomotif Arguzzo.com untuk kabar harga BBM dan tren kendaraan berbahan bakar alternatif berikutnya.
Sumber: CNBC Indonesia, Kompas.com, Viva, Tribun.
























Tinggalkan Balasan