Langsung ke konten
-
Olahraga

Seremoni Penutup Asian Games 2026: Obor Resmi untuk Doha 2030, Kontingen Indonesia Pulang dengan 39 Medali

Kontingen Indonesia di arena Asian Games 2026 Aichi-Nagoya
Kontingen Indonesia mengibarkan bendera Merah Putih di arena Asian Games 2026 Aichi-Nagoya, Jepang. Merah Putih menutup kampanye dengan 5 emas, 11 perak, dan 23 perunggu. (Foto: Kemenpora)

Sabtu (4/10) malam waktu Jepang, Nagoya resmi menutup lembaran Asian Games 2026. Seremoni penutup yang digelar di kota tuan rumah bersama Prefektur Aichi itu menandai berakhirnya ajang dua tahunan yang berlangsung sejak 19 September hingga 4 Oktober 2026. Sorotan terbesar tertuju pada segmen serah terima tuan rumah: obor Asian Games diterima pihak Qatar, menandai resminya hitung mundur menuju Asian Games 2030 di Doha.

Kontingen Indonesia di arena Asian Games 2026 Aichi-Nagoya
Kontingen Indonesia mengibarkan bendera Merah Putih di arena Asian Games 2026 Aichi-Nagoya, Jepang. Merah Putih menutup kampanye dengan 5 emas, 11 perak, dan 23 perunggu. (Foto: Kemenpora)

Sepanjang dua pekan kompetisi, panitia mencatat 43 cabang olahraga dengan 469 nomor medali yang dipertandingkan — seluruhnya sudah tuntas digelar sebelum api obor dipadamkan di Nagoya. Seremoni penutup menjadi momen persahabatan bagi atlet dari seluruh benua Asia yang telah berjuang di berbagai venue Jepang. Suasana meriah tetap terasa, meski berbaur dengan atmosfer perpisahan yang haru dari para atlet dan ofisial.

Segmen paling dinantikan pun tiba. Obor Asian Games resmi diserahkan kepada pihak Qatar — momen yang oleh media Qatar disambut sebagai penanda serah terima tuan rumah secara resmi. Doha kini resmi menjadi kota berikutnya yang menyelenggarakan Asian Games 2030, edisi ke-21 dari ajang olahraga terbesar Asia. Setelah Doha, giliran Riyadh, Arab Saudi, yang menjadi tuan rumah edisi 2034.

Rekap 39 Medali Merah Putih

Bagi Indonesia, seremoni penutup Nagoya sekaligus memantapkan rekap akhir kontingen Merah Putih: 5 emas, 11 perak, dan 23 perunggu — total 39 medali yang menempatkan Indonesia di peringkat 16 klasemen akhir. Angka itu melampaui target empat emas yang ditetapkan sebelum kontingen, yang terdiri atas sekitar 430 atlet dan 145 oficial dari 35 cabang olahraga, berlayar ke Jepang.

Lima emas tersebut datang dari lima cabang berbeda: tim beregu putra bulu tangis (24/9), Rahmat Erwin Abdullah dari angkat besi kelas 75kg (26/9), ganda putra Daniel Marthin/Leo Rolly Carnando (29/9), Desak Made Rita Kusuma Dewi dari panjat dinding nomor speed putri (30/9), serta Nurisa Dian Ashrifah dari panahan compound individu putri (1/10). Rincian lengkap seluruh medali dapat disimak dalam artikel klasemen akhir Asian Games 2026.

Menpora Erick Thohir di Rumah Indonesia Nagoya
Menpora Erick Thohir berdialog dengan awak media di Rumah Indonesia, basis dukungan kontingen Indonesia di Asian Games 2026 Aichi-Nagoya. (Foto: Kemenpora)

Menpora Erick Thohir yang sempat menyaksikan langsung sejumlah pertandingan di Jepang menyebut para atlet sebagai pahlawan Indonesia saat menyambut kepulangan peraih emas yang pulang lebih dulu. Kemenpora juga menegaskan bahwa capaian lima emas dari cabang-cabang yang beragam menunjukkan fondasi pembinaan yang mulai menyebar, tidak lagi bertumpu pada satu atau dua cabor andalan semata.

Menuju Doha 2030

Bagi Qatar, penugasan ini adalah kembalinya Doha ke panggung Asian Games setelah terakhir menjadi tuan rumah edisi 2006. Penunjukan Doha 2030 sendiri telah diputuskan Dewan Olimpiade Asia (OCA) pada sidang Desember 2020, ketika Qatar mengalahkan tawaran Riyadh yang kemudian mendapat jatah edisi 2034. Kini, setelah obor resmi beralih di Nagoya, persiapan Doha memasuki fase yang lebih konkret.

Bagi Indonesia, tamatnya Asian Games 2026 sekaligus menjadi titik awal siklus pembinaan baru. Sejumlah catatan manis telah tertinggal — dari bulu tangis yang menjadi motor medali, lahirnya juara dunia speed climbing Desak Made, hingga debut cabang baru seperti padel dan teqball yang langsung menyumbang medali. Perjalanan Merah Putih di penghujung kampanye pun terekam dalam rekap harian 3 Oktober, termasuk perak voli pantai putra dan perak sepak takraw kuadran putra.

0

Kontributor Berita Core Pro.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Juga