Perwakilan tenis meja Indonesia mencatatkan dua kemenangan penting di awal kompetisi Asian Games 2026 Aichi-Nagoya. Ni/Komang Maharani Sudarnita membuka kemenangan pada babak awal setelah mengalahkan wakil Suriah Hend/Rashel Zaza Abboud pada laga 21 September, disusul Citra Rasmi yang menang 4-1 atas wakil Iran Mahshid Ashtari di nomor tunggal putri, Rabu (23/9/2026).
Kemenangan Citra Rasmi khususnya menjadi sinyal positif. Mengalahkan pemain Iran berpengalaman dengan selisih tiga game menunjukkan kesiapan permainan yang matang: kombinasi servis pendek yang tajam, pukulan ketiga serangan yang agresif, dan ketenangan di poin-poin kunci. Di panggung Asia, kemenangan per babak punya nilai besar untuk peringkat dunia dan kepercayaan diri.
Tim Putri Belajar dari Laga Perdana
Di nomor beregu putri, Indonesia membuka perjalanan dengan kekalahan 0-3 dari India pada laga perdana Grup F di Sky Hall Toyota. India menurunkan pemain-pemain berperingkat tinggi yang bermain rutin di sirkuit dunia, dan selisih tersebut terasa di setiap pertemuan. Meski begitu, pengalaman bertanding melawan tim papan atas Asia adalah pelajaran mahal yang tak bisa dibeli di kompetisi domestik.
Tenis meja Asian Games 2026 memperebutkan medali di nomor tunggal, ganda, campuran, dan beregu untuk sektor putra serta putri. Tiongkok tetap menjadi raksasa yang nyaris tak tersentuh, sementara Jepang, Korea Selatan, dan Hong Kong China memperebutkan lapisan medali berikutnya.
Jalan ke Babak Gugur
Kemenangan awal Komang Maharani dan Citra Rasmi menjaga jalan Indonesia tetap terbuka menuju fase gugur nomor tunggal. Jadwal berikutnya akan menentukan seberapa jauh perwakilan Merah Putih melangkah, dengan setiap laga memakai format best of seven game di babak utama.
Dukung para pemain tenis meja Indonesia di Kanal Tenis Meja Asian Games 2026. Rekap medali Indonesia tersedia di Rekap Medali Indonesia Asian Games 2026.























Tinggalkan Balasan