Langsung ke konten
-
Life Style

Minum Kopi Tiap Hari: Studi Sebut Baik untuk Hati, Tapi Awas Dampaknya ke Tidur

Segelas kopi hitam menemani sarapan pagi
Foto: Hello Sehat

Bagi banyak orang, kopi adalah tombol yang memulai hari. Kabar baiknya, sejumlah riset terbaru memberi ruang untuk menenggaknya dengan lebih tenang. Studi yang dibahas pada pertengahan 2026 menautkan konsumsi kopi harian dengan penurunan risiko sirosis, kanker hati, hingga kematian akibat penyakit hati. Riset lain dari University of Oulu, Finlandia, bahkan menghubungkan kebiasaan minum kopi dengan komposisi tubuh yang lebih sehat. Selain kafein, kopi juga dikenal mengandung senyawa antioksidan yang ikut menjadi objek kajian para peneliti.

Ketika Jam Minum Menentukan Kualitas Tidur

Namun manfaat tersebut bisa tergerus bila kopi diminum pada jam yang keliru. Kafein yang masuk mendekati jam tidur diketahui dapat menunda fase melatonin, hormon yang mengatur rasa kantuk, dan efeknya bisa bertahan berjam-jam di tubuh. Penelitian lain menunjukkan kafein di dekat waktu tidur memperpanjang latensi tidur, yaitu durasi yang dibutuhkan tubuh untuk benar-benar terlelap, sehingga jam istirahat efektif ikut terpotong.

Barista menuang espresso ke dalam gelas
Foto: Pexels

Dampak lanjutannya dijelaskan sejumlah ulasan kesehatan: meskipun durasi tidur terasa cukup, proporsi tidur dalam (deep sleep) dapat berkurang. Akibatnya tubuh tetap terasa lelah dan sulit fokus di pagi hari, lalu berujung pada keinginan minum kopi tambahan pada sore. Lingkaran semacam ini yang membuat ketergantungan kafein makin kuat tanpa disadari.

Takaran Aman dan Waktu yang Disarankan

Banyak panduan kesehatan menempatkan batas aman kafein untuk orang dewasa pada sekitar 400 miligram per hari, kurang lebih setara tiga sampai empat cangkir kopi seduh. Bagi yang tubuhnya sensitif, jumlah itu sebaiknya dikurangi. Kebiasaan yang sering disarankan: menahan kopi terakhir sejak sore hingga awal malam agar kafein sempat meluruh sebelum jam tidur, dan menggantinya dengan air putih bila masih ingin menemani pekerjaan malam. Yang sensitif kafein bisa memilih kopi tanpa kafein (decaf) untuk menikmati aroma tanpa risiko begadang. Ingat pula kadar kafein berbeda pada tiap jenis minuman, dari espresso, kopi seduh, hingga kopi kemasan, sehingga hitungan cangkir hanyalah perkiraan kasar.

Pada akhirnya, kopi bukan musuh, ia hanya butuh pengaturan waktu. Kombinasikan kebiasaan ini dengan pola hidup sehat lainnya agar manfaatnya maksimal, mulai dari tren wellness 2026 hingga pengaturan menu makan, misalnya mengenali sayuran tinggi purin yang perlu dibatasi pengidap asam urat.

0

Arguzzo

Redaksi Arguzzo.com — tim pemberita sehari-hari untuk topik Gadget, Laptop, Teknologi, dan Otomotif. Konten disusun dari rilis resmi produsen serta sumber yang telah diverifikasi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Juga