Arguzzo.com — Penyelenggaraan MotoGP Mandalika 2026 memaksa operator seluler bekerja ekstra. Telkomsel menyiapkan jaringan 4G dan 5G secara khusus untuk menopang konektivitas di kawasan Sirkuit Mandalika, Lombok, Nusa Tenggara Barat, selama ajang balap dunia itu berjalan. Penyiapan ini dirinci sejumlah media, di antaranya detik (10/10), Kompas Tekno dan Radar Jogja (11/10). Skala penyiapan sebesar ini wajar mengingat Mandalika adalah destinasi wisata pesisir yang jauh dari pusat kota, sehingga lapisan jaringan di sekitarnya tidak sepadat wilayah metropolitan.
Daftar Penguatan Jaringan di Mandalika
Angkanya cukup besar: Telkomsel menyiagakan 279 BTS 4G dan 17 BTS 5G yang tersebar di 30 titik strategis, ditopang tujuh site baru demi menambal wilayah yang rawan padat saat keramaian. Penataan titik-titik itu mengikuti pola keramaian event, dari area tribun, paddock, zona fan festival, sampai jalur pendukung, supaya kapasitas tersedia tepat di tempat penonton berkumpul.
Targetnya jelas: menjaga pengalaman digital pengunjung tetap mulus. Tiket digital yang dipindai di gerbang, unggahan video ke media sosial, panggilan video ke keluarga, sampai transaksi nontunai semuanya bergerak lewat jaringan seluler. Tanpa persiapan, puluhan ribu penonton yang datang serentak bisa memuata jaringan dalam hitungan menit.

Kenapa Event Besar Jadi Ujian Jaringan
Kawasan pesisir seperti Mandalika punya karakter unik: infrastruktur jaringan dirancang untuk kapasitas hari biasa, sementara event internasional mendongkrak trafik berkali-kali lipat dalam dua sampai tiga hari. Teknologi 5G masuk sebagai jawaban karena menawarkan kapasitas lebih besar dan latensi rendah, meski penguatan 4G tetap penting sebagai lapisan dasar yang menjangkau lebih luas. Operator biasanya bekerja berlapis: kapasitas ditambah lewat site baru dan penyesuaian antena, trafik lalu diseimbangkan antar-sektor agar tidak ada tower yang muat sendirian saat penonton bergerak massal.
Untuk konteks, Telkomsel tengah memperluas jaringan Hyper 5G-nya ke sejumlah wilayah besar seperti Jabodetabek, Bali, Surabaya, dan Makassar, sebagaimana tampil di halaman resmi perusahaan. Event seperti MotoGP jadi sarana menguji kesiapan jaringan nasional menghadapi lonjakan ekstrem, dan pelajarannya bisa dipakai untuk event besar berikutnya.
Bagi penonton yang hadir di Mandalika, saran teknisnya sederhana: unduh tiket dan peta sebelum masuk area, aktifkan pembayaran nontunai di aplikasi, dan manfaatkan Wi-Fi resmi bila tersedia. Duel di lintasan memang seru, tapi konektivitas yang stabil membuat pengalaman menonton terasa lengkap. Baca juga: Panasnya Titel Juara MotoGP 2026: Duel Sengit Marquez vs Martin.























Tinggalkan Balasan