Malam ini adalah malam yang meriah bagi pecinta olahraga Indonesia. Ganda putra Leo Rolly Carnando/Daniel Marthin menghadiahi bangsa medali emas ketiga di Asian Games Aichi-Nagoya 2026 setelah menumbangkan ganda putra andalan China, Liang Wei Keng/Wang Chang, dalam duel tiga gim yang berlangsung sengit di Ichinomiya City Municipal Gymnasium, Selasa (29/9/2026) sore WIB. Emas tersebut melengkapi perjalanan emas Indonesia yang dimulai dari comeback epik tim beregu putra bulu tangkis dan rekor dunia sang lifter Rahmat Erwin Abdullah.
Daftar Isi
- Emas Ketiga: Leo/Daniel Taklukkan Liang/Wang Chang
- Akar Cerita: Comeback Epik Final Beregu Putra 24 September
- Rekor Dunia Rahmat Erwin: 206 kg dan 366 kg
- Perak Amri/Nita dan Pajar serta Deretan Perunggu yang Tak Kalah Berkesan
- Rekap Tiga Emas Indonesia di Asian Games 2026
- Klasemen Medali: Rekening Indonesia Tembus 30 Medali
Emas Ketiga: Leo/Daniel Taklukkan Liang/Wang Chang
Duel final ganda putra berjalan persis seperti nubuat yang menggantung sejak babak semifinal. Leo/Daniel memang tampil sebagai pihak yang digadang-gadang akan kesulitan, sebab rekor head-to-head mereka melawan Liang Wei Keng/Wang Chang tercatat buruk. Gim pertama pun berjalan ketat. Kedua pasangan saling menekan dan berebut poin hingga penghujung gim, sebelum Liang/Wang yang lebih tenang pada poin kritis berhasil mengamankan gim pembuka 21-19.
Tertinggal satu gim tidak meruntuhkan mental Leo/Daniel. Pasangan Indonesia justru meningkatkan tempo serangan dan tampil lebih solid dalam meredam tekanan lawan di gim kedua. Hasilnya, mereka merebut gim kedua dengan skor meyakinkan 21-13 sekaligus memaksa pertandingan berlanjut ke gim penentuan. Di gim ketiga yang berlangsung makin sengit, Liang/Wang berusaha kembali mengambil kendali, tetapi Leo/Daniel mampu menjaga fokus dan mempertahankan tekanan pada fase krusial hingga menutup gim penentuan dengan kemenangan 21-18. Skor akhir 19-21, 21-13, 21-18 dan podium tertinggi pun menjadi milik Indonesia.
Perjalanan menuju emas ini semakin manis karena dibuka dengan kemenangan spektakuler di semifinal, Senin (28/9). Leo/Daniel menyingkirkan ganda putra nomor satu dunia asal Korea Selatan, Kim Won Ho/Seo Seung Jae, dengan dua gim langsung 21-11 dan 21-14. Satu catatan kecil menyertai euforia sore itu: impian final all-Indonesia tidak terwujud karena Fajar Alfian/Muhammad Shohibul Fikri harus puas berbagi perunggu setelah tumbang di babak semifinal. Detail perjalanan emas Leo/Daniel sudah kami ulas dalam laporan terpisah.
Akar Cerita: Comeback Epik Final Beregu Putra 24 September
Emas Leo/Daniel tidak bisa dilepaskan dari momen yang menjadi pemicu perjalanan emas Merah Putih di Aichi-Nagoya. Pada Kamis (24/9), tim beregu putra Indonesia menapaki final melawan China, raksasa bulu tangkis dunia, di Ichinomiya City Municipal Gymnasium. Dua pertandingan pertama berakhir untuk kepentingan Negeri Tirai Bambu dan Indonesia tertinggal 0-2. Keadaan tampak suram, apalagi lawan adalah tim yang selama ini menjadi momok.
Titik balik dimulai dari Alwi Farhan yang tampil dengan kepala dingin di laga ketiga dan menyumbangkan poin pertama bagi Merah Putih, mempersempit kedudukan menjadi 1-2. Api semangat pun menyala. Pada laga keempat, Leo/Daniel bermain tanpa beban dan menuntaskan perlawanan pasangan China He Ji Ting/Li Yiu dalam 44 menit dengan skor 23-21 dan 21-10, menyamakan kedudukan menjadi 2-2.
Semua mata tertuju pada laga penentuan. Moh Zaki Ubaidillah, pebulu tangkis muda yang akrab disapa Ubed, naik ke lapangan melawan Weng Hongyang. Dengan permainan berani dan kepala dingin, Ubed menaklukkan lawannya dua gim langsung 23-21 dan 21-13, sekaligus memastikan Indonesia menang 3-2 atas China. Kemenangan ini mengakhiri puasa gelar 28 tahun Indonesia di nomor beregu putra Asian Games, dan saat itu pula Ubed menjadi pahlawan yang namanya meledak di media sosial.
Rekor Dunia Rahmat Erwin: 206 kg dan 366 kg
Tidak hanya bulu tangkis. Pada Sabtu (26/9) di Nagoya, lifter Rahmat Erwin Abdullah menulis sejarah di nomor angkat besi 75 kg putra. Ia membukukan angkatan snatch 160 kg, lalu mengukir clean and jerk 206 kg yang memecahkan rekor dunia yang sebelumnya dipegang dirinya sendiri di angka 205 kg. Total angkatan 366 kg pun menjadi rekor dunia baru untuk kelas tersebut.
Dengan angkatan total itu, Rahmat ungguli lifter Thailand Weeraphon Wichuma yang harus puas meraih perak. Medali emas kedua bagi Indonesia ini sekaligus menegaskan status Rahmat sebagai salah satu lifter terbaik Asia. Dua rekor dunia dalam satu malam adalah hadiah yang jauh melampaui sekadar emas, sebuah pencapaian yang semakin memantik api kebanggaan sepanjang penyelenggaraan Asian Games 2026.
Perak Amri/Nita dan Pajar serta Deretan Perunggu yang Tak Kalah Berkesan
Hari ini Merah Putih menambah dua perak sekaligus. Ganda campuran Amri Syahnawi/Nita Violina Marwah melaju hingga laga puncak sebelum harus menyerah pada pasangan andalan China, Jiang/Wei. Meski gagal membawa pulang emas, perak ini menjadi bukti konsistensi peningkatan performa mereka di panggung Asia. Di arena surfing di Tahara, peselancar asal Bali Pajar Ariyana turut memperkaya catatan dengan perak nomor shortboard putra setelah berjuang habis-habisan di laga final melawan tuan rumah Jepang, Kanoa Igarashi, dengan skor 10.40 melawan 12.87.
Deretan medali perunggu juga punya ceritanya masing-masing. Alwi Farhan menyumbang perunggu dari tunggal putra setelah melaju ke semifinal sebelum harus mengakui keunggulan Kunlavut Vitidsarn. Fajar Alfian/Muhammad Shohibul Fikri menambah satu perunggu lagi dari ganda putra. Satu keping perunggu tak terduga datang dari cabang BMX Racing melalui Jasmine Azzahra Setyobudi, bukti bahwa Merah Putih kini bersinar di beragam arena.
Rekap Tiga Emas Indonesia di Asian Games 2026
| No | Tanggal | Atlet/Tim | Cabor/Nomor | Hasil Kunci |
|---|---|---|---|---|
| 1 | Kamis, 24/9 | Tim beregu putra bulu tangkis | Bulu tangis, beregu putra | Menang 3-2 atas China (comeback dari 0-2), Ubed penentu kemenangan |
| 2 | Sabtu, 26/9 | Rahmat Erwin Abdullah | Angkat besi, 75 kg putra | Total 366 kg (snatch 160 kg, C&J 206 kg), dua rekor dunia |
| 3 | Selasa, 29/9 | Leo Rolly Carnando/Daniel Marthin | Bulu tangis, ganda putra | Menang 19-21, 21-13, 21-18 atas Liang/Wang Chang (China) |
Klasemen Medali: Rekening Indonesia Tembus 30 Medali
Per data Senin (28/9) pukul 13.15 WIB, Indonesia berada di posisi ke-14 klasemen dengan 2 emas, 5 perak, dan 20 perunggu, atau total 27 medali. Dalam sehari, Merah Putih menambah tiga medali berharga: perak Pajar Ariyana dari surfing, perak Amri Syahnawi/Nita Violina Marwah dari ganda campuran, dan emas Leo/Daniel dari ganda putra. Rekening Indonesia pun kini tercatat 3 emas, 7 perak, dan 20 perunggu, atau total 30 medali. China masih menguasai puncak klasemen dengan dominasi yang jauh, disusul Jepang dan Korea Selatan.
Persaingan di papan tengah klasemen tetap menarik untuk dipantau, apalagi masih tersisa cukup banyak nomor pertandingan hingga 4 Oktober 2026. Dengan momentum tiga emas yang datang dari bulu tangkis dan angkat besi, peluang menambahkan satu-dua medali emas lagi masih terbuka lebar pada nomor-nomor yang tersisa.
Malam ini komunitas olahraga Indonesia punya banyak alasan untuk bangga. Dari comeback epik yang mengakhiri puasa 28 tahun, dua rekor dunia dari sang lifter, hingga gim penentuan yang membuat napas tertahan, semuanya terjadi dalam kurun waktu kurang dari seminggu. Selamat untuk Leo/Daniel, selamat untuk seluruh kontingen, dan semoga pesta emas ini belum selesai.























Tinggalkan Balasan